Melancong ke Kutub Utara dengan visa “Rostourism”

Melancong ke Kutub Utara dengan visa “Rostourism”
Ilustrasi gunung es. (Photo by Annie Spratt on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Jalan-jalan ke Kutub Utara mungkin tampak ekstrem bagi sebagian orang.

Namun, jika Anda ingin melihat beruang kutub langsung di habitat asli mereka, melanconglah Kutub Utara dengan visa elektronik yang disediakan oleh Pemerintah Rusia dengan cara yang lebih mudah.

Di forum internasional Arctic: Present and Future (Arktik: Masa Kini dan Masa Depan) di St. Peterburg, Rusia pada Kamis (5/12), Wakil Kepala Badan Federal untuk Pariwisata, Rostourism, Sergei Korneyev mengatakan visa elektronik dengan formalitas yang lebih mudah bagi warga asing dapat menarik lebih banyak wisatawan ke wilayah Arktik Rusia.

“Tanpa investasi keuangan besar, kita dapat mengarahkan wisatawan dan pendapatan Arktik Rusia, yang sekarang pergi melalui Norwegia, Islandia, dan AS,” katanya, seperti dikutip dari Kantor Berita TASS.

“Untuk ini kita harus meringankan formalitas pintu masuk bagi wisatawan asing untuk pergi ke zona Arktik,” imbuhnya.

Pihak berwenang mengatakan visa elektronik sekali masuk dapat dikeluarkan bagi para pelancong untuk melintasi perbatasan di zona Arktik.

Visa tersebut akan mencakup negara-negara dari mana sebagian besar wisatawan datang ke wilayah Artik Rusia.

Langkah lain yang mungkin dilakukan oleh Rusia adalah menawarkan perjalanan bebas visa selama 15 hari untuk wisatawan yang melakukan perjalanan dengan kapal pesiar Rusia Arktik atau dalam kelompok dengan pesawat.

“Wisata Arktik di dunia adalah blockbuster sejati, dan orang-orang yang tinggal di kota-kota besar adalah sebagian besar wisatawan yang ingin melihat wilayah Utara Bumi, Cahaya Utara, salju, es, dan ingin mengalami suhu ekstrem,” kata pejabat itu kepada TASS.

Pemerintah Rusia juga mempertimbangkan untuk memangkas pajak pelabuhan, mengatur stasiun penyeberangan perbatasan Pevek di Chukotka, dan mengizinkan pesawat sipil menggunakan lapangan terbang militer di Alexandra Land (Franz Josef Land).

Saat ini, mencapai Franz Josef Land hanya dapat dilakukan melalui laut.

Sebenarnya tidak ada negara yang menguasi teritori Kutub Utara atau Artik.

Namun, Kanada, Amerika Serikat, Rusia, Norwegia, dan Denmark yang berbatasan dengan Samudera Arktik mengklaim sebagian perairannya milik mereka di bawah Perjanjian Hukum 1982 yang ditandatangani oleh lebih dari 150 negara.

Negara-negara tersebut mengklaim sumber daya alam Artik di atas dan di bawah dasar laut hingga 200 mil dari garis pantai masing-masing.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here