
Ilmuwan China produksi hidrogen langsung dari air laut

Seorang pekerja memeriksa pengoperasian alat produksi hidrogen di sebuah perusahaan energi hidrogen di Changchun, Provinsi Jilin, China timur laut, pada 12 Agustus 2024. (Xinhua/Zhang Nan)
Proses elektrolisis air laut langsung dapat menggunakan air laut dan energi terbarukan lepas pantai untuk menghasilkan hidrogen.
Guangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sekelompok ilmuwan China secara inovatif mengusulkan kerangka kerja evaluasi sistematis bagi aplikasi industri berskala besar dari elektrolisis air laut langsung untuk produksi hidrogen, yang memberikan dukungan teoretis bagi pengembangan industri hidrogen ramah lingkungan berbasis air laut.
Menurut artikel penelitian terbaru yang telah diterbitkan di jurnal Nature Reviews Clean Technology, sejumlah peneliti dari Universitas Sichuan dan Universitas Shenzhen memadukan efek-efek gabungan dari berbagai faktor di lingkungan laut yang sebenarnya ke dalam sistem penelitian produksi hidrogen berbasis air laut, sehingga memperluas pemahaman dari mekanisme reaksi mikroskopis ke peningkatan skala rekayasa makroskopis.
Proses elektrolisis air laut langsung dapat menggunakan air laut dan energi terbarukan lepas pantai untuk menghasilkan hidrogen. Namun, kompleksitas komposisi dan dinamika air laut, seperti fluktuasi komposisi, gangguan angin dan gelombang, serta korosi akibat percikan garam, menghambat transisi dari terobosan skala laboratorium ke skala industri.
Penelitian ini secara sistematis meninjau mekanisme mikroskopis utama dari elektrolisis air laut langsung dan secara kritis menganalisis penerapan serta keterbatasan berbagai pendekatan untuk peningkatan skala rekayasa.
Untuk yang pertama kalinya, penelitian ini menetapkan kriteria korelatif antara mekanisme reaksi mikroskopis dan operasi sistem makroskopis, sehingga menjembatani kesenjangan penelitian di bidang tersebut di mana wawasan dasar tingkat mikro sebelumnya tidak dapat diterapkan pada aplikasi teknik praktis.
Penelitian ini membangun kerangka evaluasi sistematis yang komprehensif dan multidimensional yang mencakup kinerja material, proses antarmuka, konfigurasi perangkat, faktor lingkungan laut, dan kemampuan adaptasi energi terbarukan, sehingga menawarkan indikator yang jelas dan terukur untuk optimalisasi seluruh rantai produksi hidrogen air laut, desain teknik, dan penerapan skala besar, urai kedua universitas.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Batu bara digunakan sebagai bahan bakar sejak 3.600 tahun silam di China
Indonesia
•
07 Aug 2023

Udang endemik Sulawesi cantik, terancam punah
Indonesia
•
20 Sep 2019

Bumi akan menghangat 2,7 derajat Celsius berdasarkan kesepakatan kurangi emisi
Indonesia
•
27 Oct 2021

Ilmuwan kembangkan teknologi untuk produksi hidrogen langsung dari udara
Indonesia
•
09 Sep 2022


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
