
Danau terbesar di China catat peningkatan spesies ikan langka

Unggas-unggas air terlihat di Danau Qinghai di Provinsi Qinghai, China barat laut, pada 23 November 2023. (Xinhua/Wang Yan)
Ikan mas telanjang (naked carp), yang dikenal sebagai ‘Huangyu’ di China, merupakan spesies endemik Danau Qinghai. Ikan itu tidak hanya krusial bagi keberadaan spesies burung lokal, tetapi juga bagi keseimbangan ekologi danau dataran tinggi tersebut.
Xining, China (Xinhua) – Danau Qinghai, danau air asin pedalaman terbesar di China, mencatatkan peningkatan positif spesies ikan langka berkat perlindungan ekologis.Ikan mas telanjang (naked carp), yang dikenal sebagai ‘Huangyu’ di China, merupakan spesies endemik Danau Qinghai. Ikan itu tidak hanya krusial bagi keberadaan spesies burung lokal, tetapi juga bagi keseimbangan ekologi danau dataran tinggi tersebut.Akibat penangkapan ikan yang berlebihan dan kerusakan lingkungan, populasi ikan mas telanjang menurun tajam pada 1960-an dan 1970-an. Pada 2002, Danau Qinghai hanya memiliki 2.592 ton ikan mas telanjang.Demi melindungi spesies itu dan memulihkan lingkungan, provinsi tersebut melarang penangkapan ikan mas telanjang di Danau Qinghai dan sungai-sungai di sekitarnya pada 2003. Qinghai juga telah enam kali menutup danau tersebut dalam empat dekade terakhir agar ikan dapat berkembang biak di sana dengan lebih baik.
Foto dari udara yang diabadikan pada 21 Juli 2022 ini menunjukkan gletser dan danau di daerah sumber Sungai Yangtze di Provinsi Qinghai, China barat laut. Lingkungan ekologi di Taman Nasional Sanjiangyuan di Provinsi Qinghai, China barat laut, terus mengalami perbaikan sejak taman itu didirikan pada 2021, dengan kapasitas konservasi air meningkat lebih dari 6 persen setiap tahunnya, menurut laporan perkembangan taman itu yang dirilis belum lama ini. Setiap tahun, Taman Nasional Sanjiangyuan mengalirkan lebih dari 60 miliar meter kubik air tawar berkualitas tinggi ke hilir, dan cakupan padang rumput serta hasil panen rumput di taman tersebut meningkat masing-masing lebih dari 11 persen dan 30 persen, ungkap laporan itu. (Xinhua/Zhang Long)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China usulkan cara untuk capai produksi tanaman netral karbon
Indonesia
•
21 Feb 2023

Peneliti China kembangkan serat pintar baru yang dapat pancarkan cahaya
Indonesia
•
12 Apr 2024

Klaster makam kuno berusia hampir 3.000 tahun ditemukan di China barat laut
Indonesia
•
08 Jan 2026

Twitter alami masalah terkait tautan dan gambar
Indonesia
•
07 Mar 2023


Berita Terbaru

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026
