
Rusia turunkan hubungan diplomatik dengan Estonia sebagai langkah balasan

Orang-orang berjalan di dekat gedung Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow pada 28 Maret 2022. (Xinhua/Bai Xueqi)
Hubungan diplomatik Rusia-Estonia diturunkan ke level kuasa usaha oleh Kremlin karena Estonia dianggap menghancurkan seluruh hubungan dengan Rusia melalui upaya mempromosikan Russophobia dan permusuhan terhadap Rusia.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Rusia telah memutuskan untuk menurunkan hubungan diplomatiknya dengan Estonia ke level kuasa usaha sebagai langkah balasan atas langkah Estonia mengurangi staf kedutaan Rusia.Kementerian Luar Negeri Rusia pada Senin (23/1) memanggil Duta Besar Estonia untuk Rusia Margus Laidre sebagai bentuk protes terhadap tindakan otoritas Estonia dan memerintahkannya untuk meninggalkan negara itu paling lambat 7 Februari."Kepemimpinan Estonia secara sengaja menghancurkan seluruh hubungan dengan Rusia" melalui upaya mempromosikan Russophobia dan permusuhan terhadap Rusia, kata kementerian itu lewat sebuah pernyataan.Dalam sebuah langkah balasan, Kementerian Luar Negeri Estonia mengumumkan di Twitter pada Senin bahwa pihaknya akan mengusir duta besar Rusia dari ibu kotanya, Tallinn.Sebelumnya pada bulan ini, Estonia meminta Rusia untuk mengurangi staf di kedutaannya di Tallinn lebih dari setengahnya sebelum 1 Februari.Sanksi
Sebelumnya, Rusia memperluas daftar larangan masuk bagi warga negara dan pejabat Uni Eropa (UE) sebagai tanggapan atas paket sanksi kesembilan UE terhadap Moskow, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia pada Selasa (17/1).“Menanggapi aksi bermusuhan UE, Rusia memperluas daftar perwakilan dari lembaga Eropa dan negara anggota UE yang dilarang memasuki wilayah Rusia,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.Menurut pernyataan tersebut, para pejabat dari lembaga penegak hukum UE yang ikut menyediakan bantuan militer kepada angkatan bersenjata Ukraina, pemerintah Eropa dan struktur komersial yang memasok peralatan militer ke Ukraina, warga UE yang terlibat dalam promosi sentimen anti-Rusia, serta anggota individu dari Parlemen Eropa, telah dimasukkan dalam daftar yang telah diperluas itu.“Uni Eropa terus menekan Rusia melalui langkah-langkah pembatasan secara sepihak,” kata pernyataan itu, menyebut paket sanksi terbaru itu “tidak sah.”Uni Eropa mengadopsi paket sanksi kesembilan terhadap Rusia pada 16 Desember. Sanksi tersebut ditujukan untuk meningkatkan lebih lanjut tekanan kolektif terhadap Rusia agar mengakhiri operasi militernya dan menarik pasukannya dari Ukraina.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Perundingan Rusia-Ukraina di UEA hasilkan kesepakatan tukar tawanan, isu utama belum tuntas
Indonesia
•
06 Feb 2026

Pemimpin partai oposisi Korsel desak Jepang hentikan pembuangan air limbah radioaktif
Indonesia
•
06 Sep 2023

Saudi cegat ‘drone’ Houthi di dekat Makkah, Houthi bantah kota suci jadi sasaran
Indonesia
•
17 Sep 2026

Ahli: Perang dingin AS-China tak mungkin terjadi, persaingan tak terhindarkan
Indonesia
•
24 Nov 2021


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
