
China harapkan pengembangan hubungan dengan Iran

Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi di Kompleks Forumlar Majmuasi di Samarkand, Uzbekistan, pada 16 September 2022. (Xinhua/Shen Hong)
Hubungan China-Iran mempertahankan momentum perkembangan yang solid dalam beberapa tahun terakhir, dengan kedua belah pihak secara konsisten memperkuat kepercayaan politik timbal balik, terus meningkatkan kerja sama praktis di berbagai bidang, memelihara komunikasi dan koordinasi yang efektif dalam urusan internasional dan regional, serta secara tegas menjaga prinsip noninterferensi terhadap urusan dalam negeri dan kepentingan bersama negara-negara berkembang.
Beijing, China (Xinhua) – China berharap dapat bekerja sama dengan Iran untuk menjadikan kunjungan presiden Iran ke China mendatang sebagai kesempatan meningkatkan pengembangan yang lebih besar dari kemitraan strategis komprehensif China-Iran, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Wang Wenbin pada Senin (13/2).Atas undangan Presiden Xi Jinping, Presiden Republik Islam Iran Ebrahim Raisi akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China dari 14 hingga 16 Februari, menurut pernyataan kementerian itu.Seraya mengatakan bahwa ini akan menjadi kunjungan pertama Presiden Raisi ke China, Wang menyampaikan dalam sebuah taklimat pers rutin bahwa kedua presiden akan mengadakan pembicaraan, bersama-sama merencanakan dan memimpin pengembangan hubungan bilateral di masa depan, serta bertukar pandangan mengenai isu-isu regional maupun internasional yang menjadi perhatian bersama selama kunjungan tersebut.Perdana Menteri China Li Keqiang dan Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China Li Zhanshu masing-masing akan bertemu dengan Presiden Raisi, kata Wang."China dan Iran memiliki persahabatan tradisional, dan ini merupakan pilihan strategis kedua belah pihak untuk mengonsolidasikan serta mengembangkan hubungan China-Iran," tutur Wang.Di bawah kepemimpinan kedua presiden, hubungan China-Iran mempertahankan momentum perkembangan yang solid dalam beberapa tahun terakhir. Kedua belah pihak secara konsisten memperkuat kepercayaan politik timbal balik, terus meningkatkan kerja sama praktis di berbagai bidang, memelihara komunikasi dan koordinasi yang efektif dalam urusan internasional dan regional, serta secara tegas menjaga prinsip noninterferensi terhadap urusan dalam negeri dan kepentingan bersama negara-negara berkembang, sambung jubir itu."China berharap dapat bekerja sama dengan pihak Iran untuk memanfaatkan kunjungan ini sebagai kesempatan untuk mendorong pengembangan yang lebih besar lagi dari kemitraan strategis komprehensif China-Iran, dan memainkan peran konstruktif dalam meningkatkan persatuan maupun kerja sama negara-negara di Timur Tengah, serta memperkuat keamanan dan stabilitas regional," urai Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

UEA umumkan kasus pertama cacar monyet setelah berkunjung ke Afrika Barat
Indonesia
•
25 May 2022

Arab tolak laporan AS tentang pembunuhan wartawan Saudi, Khashoggi
Indonesia
•
28 Feb 2021

Minyak naik tipis di Asia, investor tetap khawatir penyebaran Omicron
Indonesia
•
21 Dec 2021

Taiwan terapkan Sistem Identitas Asli untuk pembelian masker
Indonesia
•
12 Mar 2020


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
