China siap dorong hubungan dengan Australia berdasarkan prinsip saling menghormati

Orang-orang mengunjungi stan Australia di China National Convention Center dalam Pameran Perdagangan Jasa Internasional China (China International Fair for Trade in Services/CIFTIS) 2022 di Beijing, ibu kota China, pada 4 September 2022. (Xinhua/Ren Chao)
Hubungan Australia-China yang stabil menjadi kepentingan kedua negara, dan diharapkan kedua pihak dapat terus bekerja sama untuk lebih mengembangkan kemitraan strategis komprehensif berdasarkan prinsip saling menghormati dan menguntungkan.
Beijing, China (Xinhua) – Presiden China Xi Jinping pada Rabu (21/12) mengatakan bahwa China siap untuk meningkatkan hubungan dengan Australia berdasarkan prinsip saling menghormati dan menguntungkan.Presiden Xi bertukar ucapan selamat dengan Gubernur Jenderal Australia David Hurley dan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese untuk merayakan peringatan 50 tahun pembentukan hubungan diplomatik antara kedua negara.Dalam pesannya, Xi mengatakan bahwa sejak pembentukan hubungan diplomatik antara China dan Australia 50 tahun silam, kerja sama praktis di berbagai bidang telah meraih berbagai hasil yang bermanfaat, membawa manfaat nyata bagi rakyat di kedua negara.Perkembangan hubungan yang sehat dan stabil antara China dan Australia, yang keduanya merupakan negara penting di kawasan Asia Pasifik, tidak hanya untuk kepentingan fundamental rakyat mereka, tetapi juga membantu mendorong perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran di kawasan dan dunia, imbuhnya.Xi menuturkan dirinya menaruh perhatian besar pada pengembangan hubungan China-Australia, dan siap bekerja sama dengan pihak Australia untuk menjadikan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik ini sebagai sebuah peluang, mematuhi prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, mempromosikan pembangunan kemitraan strategis komprehensif China-Australia yang berkelanjutan, dan terus memberikan manfaat bagi kedua bangsa.Keputusan bersejarah 50 tahun silam ini membuka jalan bagi hubungan bilateral untuk berkembang, menciptakan pertumbuhan dan peluang bagi kedua negara, ujar Hurley, seraya menambahkan bahwa di masa depan, Australia akan tetap berkomitmen pada hubungan yang stabil dan konstruktif dengan China, dipandu oleh sikap saling menghormati dan menguntungkan, serta selaras dengan kemitraan strategis komprehensif mereka.Pada hari yang sama, PM China Li Keqiang dan PM Australia Anthony Albanese juga bertukar pesan ucapan selamat.Dalam pesannya, Li menyampaikan harapannya agar China dan Australia dapat memanfaatkan peluang dari peringatan 50 tahun pembentukan hubungan diplomatik mereka untuk memperdalam pertukaran dan kerja sama di berbagai bidang, bersama-sama mendorong pembangunan hubungan China-Australia yang berkelanjutan, sehat, dan stabil untuk menghadirkan lebih banyak manfaat bagi rakyat mereka.Sementara itu, Albanese mengatakan bahwa dibutuhkan keberanian dan visi bagi pemerintahan Partai Buruh saat itu di bawah kepemimpinan mantan perdana menteri Gough Whitlam pada 1972 untuk memutuskan membentuk hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat China, seraya menambahkan bahwa keputusan yang tepat itu membuka jalan bagi hubungan yang kuat, langgeng, dan saling menguntungkan antara kedua negara.Albanese mengatakan dirinya sangat yakin bahwa hubungan Australia-China yang stabil menjadi kepentingan kedua negara, dan berharap dapat terus bekerja sama dengan China untuk lebih mengembangkan kemitraan strategis komprehensif mereka berdasarkan prinsip saling menghormati dan menguntungkan.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Palestina akan serahkan peluru yang tewaskan Shireen Abu Akleh kepada otoritas AS
Indonesia
•
03 Jul 2022

Konflik berkepanjangan di Gaza ungkap sikap ‘bermuka dua’ Washington di Timur Tengah
Indonesia
•
12 Oct 2024

China desak pengawasan internasional jangka panjang atas pembuangan air limbah Fukushima
Indonesia
•
09 Jun 2024

Siapkan rudalnya, Iran bersumpah akan balas AS dan Israel jika diserang
Indonesia
•
05 May 2025
Berita Terbaru

Kongres AS bantah klaim Trump soal militer Rusia dan China di Greenland
Indonesia
•
10 Feb 2026

Fokus Berita - Ilmuwan dunia pun terjerat godaan Epstein
Indonesia
•
10 Feb 2026

Sekjen PBB sebut semua permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki tidak punya validitas hukum
Indonesia
•
10 Feb 2026

Pejabat Palestina sebut Trump berupaya jadikan "Dewan Perdamaian" alternatif PBB
Indonesia
•
09 Feb 2026
