
Huawei perkenalkan pendekatan desain cip baru

Pengunjung mengamati CloudMatrix 384 berbasis cip kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Ascend milik Huawei dalam Konferensi AI Dunia (World AI Conference) 2025 di Shanghai, China timur, pada 27 Juli 2025. (Xinhua/Chen Haoming)
Huawei memproyeksikan pada 2031, cip mutakhir yang dirancang berdasarkan Hukum Skala Tau akan mencapai kepadatan transistor yang setara dengan proses 1,4 nanometer.
Shanghai, China (Xinhua/Indonesia Window) – Perusahaan telekomunikasi China, Huawei, memperkenalkan pendekatan desain cip-nya dalam konferensi industri besar di Shanghai, menyebut pendekatan ini sebagai Hukum Skala Tau, atau ‘prinsip panduan baru bagi masa depan semikonduktor.’
Pengumuman ini menandai potensi jalur baru untuk evolusi berkelanjutan ketika peta jalan tradisional Hukum Moore, yakni keyakinan industri yang telah lama dipegang bahwa kepadatan transistor akan berlipat ganda setiap 18 hingga 24 bulan, telah melambat akibat keterbatasan fisik dan ekonomi.
Dalam pidato utama pada Simposium Internasional IEEE 2026 tentang Sirkuit dan Sistem yang sedang berlangsung, He Tingbo, presiden departemen bisnis semikonduktor Huawei, menjelaskan bahwa melalui pendekatan baru ini, industri dapat fokus pada pengurangan waktu, daripada terus-menerus memperkecil ukuran fisik transistor, sebuah metode yang dikenal sebagai penskalaan geometris.
Dinamakan berdasarkan huruf Yunani tau (τ), yang mewakili konstanta waktu dalam fisika, pendekatan ini bertujuan untuk secara sistematis mengurangi penundaan sinyal di seluruh sistem elektronik, katanya.
Ide utamanya adalah waktu penyelesaian tugas, dan bukan ukuran transistor individual, yang seharusnya menjadi target optimasi untuk sistem elektronik. Cip dapat menjadi lebih cepat, lebih hemat energi, dan lebih terintegrasi secara padat tanpa hanya bergantung pada pengecilan ukuran transistor individual.
Sejalan dengan hal tersebut, Huawei telah menggunakan teknik yang disebut LogicFolding, yang mengatur ulang tata letak sirkuit guna mempersingkat jalur fisik yang harus dilalui sinyal listrik, kata He. Hal ini mengurangi resistansi dan kapasitansi, sehingga secara efektif meningkatkan kinerja dan kepadatan transistor.
Menurut He, Huawei telah menerapkan prinsip ini di berbagai tingkatan, mulai dari perangkat individual hingga seluruh sistem komputasi. Dalam enam tahun terakhir, perusahaan tersebut telah merancang dan memproduksi secara massal 381 cip berbeda menggunakan Hukum Skala Tau, yang melayani berbagai industri.
Rencananya pada musim gugur tahun ini, Huawei akan meluncurkan cip Kirin barunya, yang akan menjadi cip pertama yang sepenuhnya mengintegrasikan arsitektur LogicFolding untuk peningkatan kinerja secara signifikan, ungkap He.
Ke depannya, Huawei memproyeksikan pada 2031, cip mutakhir yang dirancang berdasarkan Hukum Skala Tau akan mencapai kepadatan transistor yang setara dengan proses 1,4 nanometer.
"Kami percaya keterbukaan dan kolaborasi merupakan kunci untuk mendorong kemajuan berkelanjutan di industri semikonduktor," katanya, seraya mengajak para ilmuwan, insinyur, dan mitra industri global untuk bekerja sama di bawah Hukum Skala Tau guna memastikan evolusi semikonduktor dan elektronik yang berkelanjutan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia luncurkan roket untuk kirim 55 satelit ke orbit
Indonesia
•
07 Nov 2024

Arab Saudi beli 300 rudal Patriot senilai 3,05 miliar dolar AS
Indonesia
•
03 Aug 2022

Rusia rencanakan lebih dari 40 peluncuran luar angkasa pada 2024
Indonesia
•
21 Feb 2024

Proyek kompleks pencakar langit mulai proses ‘capping’ di New Alamein, Mesir
Indonesia
•
23 Dec 2023


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
