
Penelitian di Australia ungkap gejala penuaan dini di usia 40 tahun

Ilustrasi. (LOGAN WEAVER | @LGNWVR on Unsplash)
Penuaan sama dengan kemunduran sebenarnya dapat berkontribusi pada kesehatan fisik dan mental yang lebih buruk.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Merasa lebih tua dari usia Anda, mengalami kesepian, atau memiliki persepsi negatif tentang penuaan dapat menjadi sejumlah gejala awal kerapuhan atau frailty, bahkan di usia 40-an, menurut penelitian dari Universitas Flinders Australia.Studi itu menyoroti bahwa frailty bukan sekadar kondisi usia tua, tetapi dapat dimulai jauh lebih awal dengan sejumlah gejala psikologis dan sosial yang subtil, demikian siaran pers dari universitas yang berbasis di Adelaide itu pada Kamis (15/5)."Banyak orang beranggapan frailty merupakan sesuatu yang terjadi ketika kita bertambah tua," tetapi temuan ini menunjukkan bahwa gejala-gejala peringatan psikologis dan perilaku dapat muncul beberapa dekade lebih awal, kata penulis utama studi ini, Tom Brennan, dari Caring Futures Institute di bawah naungan Universitas Flinders.Frailty adalah kondisi medis yang disadari serta ditandai dengan berkurangnya kekuatan, energi, dan ketahanan, yang sering kali didahului oleh tahap reversibel yang dikenal sebagai pre-frailty, kata penelitian yang diterbitkan dalam BMC Public Health, sebuah jurnal akses terbuka dan penelaahan sejawat (peer-reviewed).Dalam sebuah survei terhadap 321 orang dewasa Australia yang berusia 40 tahun ke atas, 60 persen diklasifikasikan sebagai pre-frailty. Orang-orang ini jauh lebih mungkin merasa lebih tua daripada usia mereka, mengalami kesepian, dan memiliki sikap negatif tentang penuaan, demikian hasil penelitian tersebut."Kesepian merupakan salah satu prediktor terkuat dari pre-frailty dalam sampel kami, menyoroti bahwa isolasi sosial adalah faktor penting yang dapat memengaruhi ketahanan secara keseluruhan, bahkan pada populasi yang relatif sehat dan aktif (mobile)," kata Brennan, seraya menambahkan percaya bahwa penuaan sama dengan kemunduran sebenarnya dapat berkontribusi pada kesehatan fisik dan mental yang lebih buruk.Para peneliti tersebut merekomendasikan skrining dini untuk faktor risiko psikososial dan mendorong hubungan sosial serta pandangan yang lebih positif terhadap penuaan, sehingga berpotensi mengurangi biaya perawatan kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup seiring dengan bertambahnya usia.Menurut sebuah penelitian selama 18 bulan yang dirilis oleh pemerintah New South Wales pada Jumat (16/5), sistem kesehatan di negara bagian Australia itu berisiko kewalahan menghadapi populasi yang menua.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Migrasi manusia dari Afrika ke Nusantara diduga lewat jaringan sungai purba Paparan Sunda
Indonesia
•
01 Jun 2026

Studi: Wanita lebih rentan terhadap penyakit Alzheimer
Indonesia
•
03 Mar 2022

Vietnam terapkan ‘Artificial Intelligence’ di semua bidang
Indonesia
•
08 Mar 2022

Ilmuwan China pertama kalinya sintesis pati dari karbon dioksida
Indonesia
•
25 Sep 2021


Berita Terbaru

Makin suka dengan merek ‘fast food’, makin banyak gula dan lemak yang dikonsumsi? Ini kata studi
Indonesia
•
14 Sep 2026

Museum pterosaurus pertama di dunia dibuka di China, pamerkan fosil berusia 130 juta tahun
Indonesia
•
14 Sep 2026

Jantung ternyata punya ‘kalender’ sendiri, 70 persen orang ikuti ritme hingga berbulan-bulan
Indonesia
•
15 Sep 2026

MatBrain, AI China yang bisa berpikir hingga jalankan eksperimen untuk temukan material baru
Indonesia
•
14 Sep 2026
