
‘Hijau’ dan ‘digital’ jadi tema utama dalam fase baru pengembangan BRI

Seorang pengunjung mengabadikan foto di luar 'venue' Pameran Industri Mahadata Internasional China (China International Big Data Industry Expo) 2024 di Guiyang, Provinsi Guizhou, China barat daya, pada 28 Agustus 2024. (Xinhua/Liu Xu)
Hijau dan digital muncul sebagai tema utama dalam fase baru pengembangan Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI).
Xi'an, China (Xinhua) – ‘Hijau’ dan ‘digital’ muncul sebagai tema utama dalam fase baru pengembangan Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI), menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Xinhua Institute pada Selasa (15/10), sebuah wadah pemikir (think tank) yang terafiliasi dengan Kantor Berita Xinhua.Dalam Forum Sabuk dan Jalur Sutra untuk Kerja Sama Internasional (Belt and Road Forum for International Cooperation) ketiga yang diselenggarakan pada Oktober 2023, China mengumumkan dukungan terhadap delapan inisiatif yang bertujuan untuk memajukan pengembangan BRI yang berkualitas tinggi.Kerja sama yang sedang berlangsung dalam infrastruktur hijau, energi hijau, dan transportasi hijau menjadi fokus utama dari delapan inisiatif tersebut, menurut laporan berjudul 'Delapan Langkah Utama Menandai Dekade Baru Kerja Sama Sabuk dan Jalur Sutra yang Menjanjikan’ ('Eight Major Steps' Heralds Promising New Decade of Belt and Road Cooperation).Sebagai contoh, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karuma di Uganda, sebuah proyek unggulan kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra China-Uganda, mulai beroperasi penuh pada awal 2024. PLTA itu menghasilkan rata-rata 4 miliar kilowatt-jam (kWh) listrik per tahun, menghemat sekitar 1,31 juta ton batu bara mentah setiap tahun dan mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 3,48 juta ton. Proyek ini juga diharapkan dapat menurunkan harga listrik di Uganda sebesar 17,5 persen.Laporan tersebut menyatakan bahwa Jalur Sutra Digital mengalami pertumbuhan yang pesat dalam perdagangan layanan digital dan e-commerce.Pada paruh pertama 2024, impor dan ekspor layanan yang dapat dikirim secara digital di China mencapai 1,42 triliun yuan atau sekitar 200,5 miliar dolar AS. Sementara itu, impor dan ekspor e-commerce lintas batas mencapai 1,22 triliun yuan. Kedua sektor tersebut membukukan rekor tertinggi dalam sejarah. Ekspansi ini menciptakan peluang baru yang sangat besar bagi negara-negara peserta pembangunan bersama BRI.Seiring dengan berlanjutnya upaya China untuk mengembangkan keterbukaan tingkat tingginya, ekonomi digital dipastikan akan menjadi penggerak utama pertumbuhan dan sumber momentum yang signifikan bagi BRI.Pembangunan Jalur Sutra Digital tidak hanya akan mendorong kerja sama dan pertukaran yang komprehensif antarnegara dan kawasan, tetapi juga secara efektif mempersempit ‘kesenjangan digital’, membantu negara-negara mitra BRI membangun komunitas dengan masa depan bersama di dunia maya dan memungkinkan mereka untuk berbagi manfaat teknologi digital demi masa depan yang lebih cerah.*1 yuan = 2.200**1 dolar AS = 15.581 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Produksi kapas Xinjiang China tumbuh pada 2022, capai 5,39 juta ton
Indonesia
•
27 Dec 2022

Lebih banyak bisnis asing berinvestasi di China usai upaya respons COVID-19 dioptimalkan
Indonesia
•
02 Jan 2023

Silicon Valley Bank kolaps, regulator AS tutup Signature Bank New York
Indonesia
•
14 Mar 2023

Afsel jajaki metode baru untuk tingkatkan sistem pembayaran
Indonesia
•
05 Oct 2024


Berita Terbaru

Lepas L8 resmi meluncur di Indonesia, dibanderol Rp589 juta dengan Jarak tempuh hingga 1.300 km
Indonesia
•
28 Jul 2026

Malaysia tinggal selangkah lagi jadi negara berpenghasilan tinggi, ekonomi tumbuh 5,8 persen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Indonesia raup 18,62 triliun rupiah dari Panda Bonds perdana, pasar keuangan China kian terbuka
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ekonomi ASEAN+3 diproyeksikan tumbuh 4,1 persen pada 2026, didorong AI dan semikonduktor
Indonesia
•
28 Jul 2026
