
Tim ilmuwan ungkap peran tersembunyi hidrogen dalam kesehatan usus manusia

Ilustrasi. ( julien Tromeur on Unsplash)
Hidrogen menjaga fungsi pencernaan, dengan sebagian besar didaur ulang oleh bakteri lain, guna membantu pencernaan dan membentuk mikrobiom usus.
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan berhasil mengungkap wawasan baru tentang peran hidrogen dalam kesehatan usus. Mereka menemukan bahwa hidrogen, yang umumnya dikeluarkan sebagai flatus, memainkan peran penting dalam menjaga fungsi pencernaan.Diterbitkan di jurnal Nature Microbiology, studi yang dipimpin oleh Universitas Monash Australia dan Institut Penelitian Medis Hudson (Hudson Institute of Medical Research/HIMR) itu mengungkap bagaimana hidrogen dibuat dan digunakan dalam usus manusia, serta menganalisis bagaimana mikroba mengendalikan kadar hidrogen dalam usus, menurut pernyataan yang dirilis oleh Universitas Monash pada Jumat (24/10).Gas hidrogen dihasilkan ketika mikroba usus memfermentasi karbohidrat yang tidak tercerna. Meskipun sebagian hidrogen dikeluarkan, sebagian besar didaur ulang oleh bakteri lain, membantu pencernaan dan membentuk mikrobiom usus, ungkap studi tersebut, seraya menambahkan bahwa penemuan ini dapat digunakan untuk merancang pengobatan baru berbasis mikrobiom untuk masalah gastrointestinal."Kebanyakan orang mengeluarkan sekitar 1 liter gas per hari, dan separuhnya adalah hidrogen. Namun, hidrogen lebih dari sekadar gas penyebab flatus, tetapi merupakan faktor tersembunyi yang memengaruhi kesehatan usus," ujar penulis utama studi, Caitlin Welsh, ilmuwan pascadoktoral di Universitas Monash dan HIMR.Setelah mempelajari bakteri dari sampel tinja dan jaringan usus, tim ilmuwan menemukan bahwa bakteri usus menghasilkan hidrogen melalui enzim Grup B [FeFe]-hidrogenase.Namun, para penulis studi itu mengatakan kadar hidrogen abnormal memiliki kaitan dengan infeksi, gangguan pencernaan, dan bahkan kanker, serta sering diukur dalam tes napas untuk menilai kesehatan usus.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap gempa bumi dapat sediakan ‘bahan bakar’ untuk kehidupan bawah tanah
Indonesia
•
22 Jul 2025

China ingin bangun sistem waktu geologi Mars sendiri, targetkan konsensus internasional
Indonesia
•
29 Sep 2026

Feature – Teknologi mutakhir hidupkan kembali penemuan kuno
Indonesia
•
30 Jun 2025

Perusahaan China luncurkan ‘bogie’ untuk kereta peluru berkecepatan 400 km/jam
Indonesia
•
19 Jul 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
