
Hamas sebut pernyataan Trump "tidak konsisten" dengan proses negosiasi soal Gaza

Orang-orang mengadakan unjuk rasa di Sakhnin, Israel utara, pada 25 Juli 2025, untuk mendesak pencabutan semua pembatasan bantuan kemanusiaan bagi Jalur Gaza. (Xinhua/Jamal Awad)
Hamas tengah mengupayakan kesepakatan komprehensif yang akan mengakhiri pertikaian dan mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang pejabat senior Hamas pada Sabtu (26/7) mengatakan bahwa pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump "tidak konsisten" dengan proses negosiasi tidak langsung antara Hamas dan Israel mengenai gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera."Kami terkejut dengan pernyataan yang disampaikan Presiden Trump, yang bertentangan dengan penilaian mediator terhadap sikap gerakan ini serta tidak konsisten dengan proses negosiasi," kata Izzat al-Rishq, seorang pejabat senior Hamas, dalam sebuah pernyataan pers.Al-Rishq menuturkan negosiasi yang digelar di Doha, ibu kota Qatar, telah menunjukkan "kemajuan nyata" dalam beberapa hari terakhir. Dirinya juga mengeklaim bahwa Qatar dan Mesir, sebagai mediator, telah menyatakan apresiasinya atas "sikap serius dan konstruktif" Hamas dalam negosiasi tersebut.Namun, sikap pemerintah AS mengabaikan hambatan utama terhadap kemajuan, yakni pemerintah Israel, kata Al-Rishq.Pejabat Hamas itu menegaskan kembali bahwa gerakan tersebut tengah mengupayakan kesepakatan komprehensif yang akan mengakhiri pertikaian dan mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza."Kami menyerukan kepada pemerintah AS untuk berhenti membebaskan pendudukan (Israel) dan memberinya dalih untuk melanjutkan perang pemusnahan dan kelaparan terhadap lebih dari 2 juta orang di Jalur Gaza," ujarnya.Israel dan Hamas telah mengadakan negosiasi tidak langsung selama berpekan-pekan di Doha, tetapi belum ada kemajuan yang diumumkan sejauh ini.Israel pada Kamis (24/7) memanggil pulang tim negosiasinya dari Doha untuk konsultasi setelah menerima tanggapan Hamas terhadap proposal gencatan senjata baru yang disampaikan oleh para mediator.Pada Jumat (25/7), Trump menyampaikan komentar publik yang menyalahkan Hamas atas terhambatnya negosiasi. "Hamas sebenarnya tidak ingin mencapai kesepakatan. Saya kira mereka ingin mati," kata Trump kepada para wartawan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Workers World: Peledakan pipa gas Nord Stream merupakan "tindakan perang"
Indonesia
•
07 Mar 2023

Badan legislatif tertinggi china gelar rapat pleno kedua sesi tahunan
Indonesia
•
09 Mar 2026

Presiden Abbas: Wilayah Palestina tidak untuk dijual
Indonesia
•
14 Feb 2025

AS ingin perjanjian nuklir “seumur hidup” dengan Iran
Indonesia
•
26 Feb 2026


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
