
Bank sentral Inggris turunkan suku bunga acuan jadi 5 persen, pemangkasan pertama dalam 4 tahun

Tanda diskon terlihat di sebuah supermarket di pusat kota Manchester, Inggris, pada 21 September 2023. (Xinhua/Jon Super)
Guna melawan inflasi Inggris yang melonjak dalam beberapa tahun terakhir, Bank sentral Inggris menaikkan suku bunga 14 kali berturut-turut, dari rekor terendah yakni 0,1 persen pada Desember 2021 ke level tertinggi dalam 16 tahun yang sebesar 5,25 persen.
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Bank sentral Inggris, Bank of England (BoE), memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuannya menjadi 5 persen, demikian menurut BoE dalam sebuah pernyataan pada Kamis (1/8).Dalam sebuah pertemuan pada Rabu (31/7), Komite Kebijakan Moneter (Monetary Policy Committee/MPC) BoE memutuskan dengan suara mayoritas 5 berbanding 4 untuk menurunkan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase, ke angka 5 persen. Empat anggota memilih mempertahankan suku bunga di level 5,25 persen.Ini merupakan pemangkasan suku bunga pertama yang dilakukan BoE dalam empat tahun seiring inflasi harga konsumen di Inggris telah mencapai target BoE sebesar 2 persen pada Mei dan Juni 2024. BoE memperkirakan inflasi akan naik ke kisaran 2,7 persen pada paruh kedua (H2) tahun ini."Komite memperkirakan penurunan inflasi indeks harga konsumen (headline inflation), dan normalisasi dalam banyak indikator ekspektasi inflasi, akan terus memengaruhi melemahnya upah dan dinamika penetapan harga," menurut pernyataan tersebut.MPC mengatakan bahwa saat ini "memanglah tepat untuk mengurangi sedikit tingkat pembatasan kebijakan", karena dampak guncangan eksternal sebelumnya telah berkurang dan terdapat beberapa kemajuan dalam mengurangi risiko persistensi inflasi.Guna melawan inflasi Inggris yang melonjak dalam beberapa tahun terakhir, BoE menaikkan suku bunga 14 kali berturut-turut, dari rekor terendah yakni 0,1 persen pada Desember 2021 ke level tertinggi dalam 16 tahun yang sebesar 5,25 persen. Sejak kenaikan tersebut, rumah tangga dan perusahaan di Inggris mengalami tekanan besar akibat kenaikan tajam biaya pinjaman.
Orang-orang berjalan melewati sebuah toko di Manchester, Inggris, pada 11 Mei 2023. (Xinhua/Jon Super)
Orang-orang berjalan di dekat Bank of England di London, Inggris, pada 24 Januari 2022. (Xinhua/Tim Ireland)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Budi daya ulat sutra ubah kehidupan desa terpencil di Mesir utara
Indonesia
•
19 Sep 2024

Minyak jatuh, pembicaraan kenaikan suku bunga Fed cemaskan investor
Indonesia
•
25 Jan 2022

Pelabuhan di China buka jalur pengiriman langsung impor buah ceri asal Chile
Indonesia
•
13 Jan 2023

Industri perangkat lunak China catat pertumbuhan kuat pada Q1 2023
Indonesia
•
01 May 2023


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
