Guinea undang Indonesia investasi pembangunan ibu kota baru

Guinea undang Indonesia investasi pembangunan ibu kota baru
Presiden Republik Guinea Alpha Conde (kanan) dan Duta Besar RI untuk Senegal merangkap Guinea, Mansyur Pangeran pada pertemuan di Conakry baru-baru ini. (Kementerian Luar Negeri RI)

Jakarta (Indonesia Window) – Guinea, salah satu negara di Afrika Barat akan memiliki ibu kota dan pusat pemerintahan baru di Coloma City pada 2040.

Kebutuhan akan pembangunan infrastruktur di daerah baru tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk berinvestasi di negara tersebut.

Pada pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Senegal merangkap Guinea, Mansyur Pangeran, di Conakry, Guinea baru-baru ini, Presiden Republik Guinea Alpha Conde menyatakan ingin segera mewujudkan kerja sama investasi dan pembangunan dengan Indonesia.

“Pertemuan itu membuahkan hasil yang positif, diantaranya keinginan kuat Presiden Alpha Conde agar Indonesia secepatnya mewujudkan kerja sama nyata dengan Guinea di bidang investasi, pengembangan infrastruktur, pertambangan, pertanian, kesehatan dan pertanian yang sesuai dengan bidang potensi prioritas kedua negara,” jelas Dubes Mansyur Pangeran yang dikutip dari situs jejaring Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Jumat.

Dubes mengatakan Indonesia tertarik untuk mengembangkan kerja sama di bidang pertambangan bauksit kualitas tinggi, bijih besi, emas, nikel, dan phospat yang dimiliki oleh Guinea dalam jumlah yang besar.

Menurut duta besar, selain mendapat tawaran untuk berinvestasi di Coloma City yang akan menjadi ibu kota dan pusat pemerintahan baru Guinea pada tahun 2040, Indonesia juga diundang untuk berinvestasi di Conoma Island yang akan menjadi Zona Ekonomi Eksklusif Guinea.

“Indonesia dinilai dapat berkontribusi dalam pengembangan kedua wilayah tersebut, terutama dalam pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Menindaklanjuti pertemuan tersebut, Indonesia dan Guinea akan melakukan identifikasi prioritas kerja sama melalui saling kunjung tim ahli dan delegasi di sejumlah bidang agar kerja sama yang diharapkan dapat segera terwujud.

Selain itu, Presiden Alpha Conde juga mengharapkan Indonesia agar segera membuka kembali Kedutaan Besar di Conakry yang ditutup pada 1973.

Sebelumnya, Presiden Alpha Conde berkunjung ke Indonesia 2016.

Pertemuan Presiden Alpha Conde dan Dubes juga dihadiri oleh Menteri Investasi dan Kerja Sama Sektor Publik Guinea, Gabriel Curtis dan Menteri Pertambangan dan Geologi Guinea, Abdoulaye Magassouba.

Pertumbuhan ekonomi Guinea cukup signifikan dan menjadi tujuan investasi asing dari China dan beberapa negara Eropa.

Kondisi politik dan keamanan Guinea juga telah stabil sehingga dapat menjadi tujuan investasi yang baik bagi Indonesia dalam rangka menembus pasar non-tradisional.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here