
Jepang perkirakan 18.000 orang dapat tewas dalam gempa dahsyat di wilayah metropolitan Tokyo

Foto yang diabadikan pada 4 Januari 2024 ini menunjukkan Pasar Pagi Wajima yang hangus terbakar akibat kebakaran besar setelah serangkaian gempa bumi di Kota Wajima, Prefektur Ishikawa, Jepang. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Gempa bumi dahsyat yang berpeluang besar terjadi di bawah Tokyo dan wilayah sekitarnya dalam beberapa dekade mendatang dapat menewaskan hingga 18.000 orang.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Gempa bumi dahsyat yang berpeluang besar terjadi di bawah Tokyo dan wilayah sekitarnya dalam beberapa dekade mendatang dapat menewaskan hingga 18.000 orang, menurut perkiraan kerugian yang dirilis oleh pemerintah Jepang pada Jumat (19/12).Angka terbaru itu, yang dihitung berdasarkan skenario gempa bermagnitudo 7,3 yang berpusat di bagian selatan Tokyo tengah, sekitar 20 persen lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada 2013, berkat penyempurnaan pada bangunan-bangunan tahan gempa dan langkah-langkah pencegahan kebakaran, kata panel pemerintah.Sebagai perbandingan, terdapat 15.900 kematian yang terkait dengan gempa bumi berkekuatan 9,0 magnitudo dan tsunami yang menghancurkan wilayah timur laut Jepang pada tanggal 11 Maret 2011.Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai 82,6 triliun yen dalam skenario terburuk, turun dari perhitungan sebelumnya sebesar 95 triliun yen.*1 yen = 107 rupiahPemerintah melihat peluang sebesar sekitar 70 persen gempa bumi kelas magnitudo 7 terjadi di Tokyo dan sekitarnya dalam 30 tahun ke depan.Skenario terburuk melibatkan gempa bumi yang terjadi pada malam hari di tengah musim dingin dengan kecepatan angin 28,8 km per jam. Korban jiwa diperkirakan akan berada di seluruh Tokyo dan empat prefektur di dekatnya, dengan 8.000 kematian, atau lebih dari 40 persen dari total, diproyeksikan tercatat di Tokyo saja.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

WHO: Gizi buruk di Gaza makin mengkhawatirkan
Indonesia
•
29 Jul 2025

Dukung upaya internasional, Rwanda turut kirim bantuan kemanusiaan ke Gaza
Indonesia
•
11 Nov 2024

OKI: Kebebasan berekspresi tidak berarti menyerang agama
Indonesia
•
20 Nov 2020

Badan pendidikan Finlandia desak pembatasan penggunaan ponsel di sekolah
Indonesia
•
07 Aug 2024


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
