Gelombang panas hingga 50 derajat celsius landa Libya barat

Foto yang diabadikan pada 12 Februari 2020 ini menunjukkan National Oil Corporation di Tripoli, Libya. (Xinhua/Hamza Turkia)

Tripoli, Libya (Xinhua/Indonesia Window) – Gelombang panas ekstrem melanda Libya bagian barat, dengan suhu di Kota Aziziya, yang terletak sekitar 40 kilometer barat daya Tripoli, ibu kota Libya, mencapai 50 derajat Celsius, menurut Pusat Meteorologi Nasional Libya.

Stasiun pemantauan cuaca di Aziziya mencatat suhu tertinggi di Libya sejauh ini pada Juli, yakni 50 derajat Celsius.

Data tersebut berdasarkan pengukuran yang dilakukan menggunakan termometer maksimum di dalam tempat perlindungan observasi meteorologi, demikian disampaikan pusat tersebut dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di laman resminya.

Wilayah yang luas di Libya barat mengalami kenaikan suhu yang signifikan, dengan suhu berkisar antara 44 hingga 49 derajat Celsius di sejumlah daerah akibat pengaruh massa udara panas, imbuh pusat tersebut.

Gelombang panas tersebut juga bertepatan dengan bertambahnya tekanan pada jaringan listrik, seiring meningkatnya permintaan listrik akibat penggunaan sistem pendingin udara secara intensif.

Kondisi itu menyebabkan pemadaman listrik terjadwal di sejumlah kota, di tengah tantangan yang dihadapi sektor ketenagalistrikan akibat terbatasnya kapasitas pembangkit listrik serta meningkatnya konsumsi selama musim panas.

Laporan: Redaksi

 

Bagikan

Komentar

Berita Terkait