Infeksi COVID-19 di China tunjukkan tingkat prevalensi rendah dan gejala ringan

Seorang penumpang membetulkan masker seorang anak di Stasiun Jalur Kereta Timur Zhengzhou di Zhengzhou, Provinsi Henan, China tengah, pada 7 Januari 2023. (Xinhua/Li An)
Gejala COVID-19 yang ditunjukkan oleh pasien di China saat ini hanya berlangsung selama 3-5 hari, dan jumlah pasien di klinik demam jauh lebih sedikit dibandingkan puncak gelombang infeksi sebelumnya.
Beijing, China (Xinhua) – Infeksi COVID-19 secara keseluruhan di China telah memasuki tingkat prevalensi yang rendah sejak pertengahan Mei, dan sebagian besar pasien COVID-19 menunjukkan gejala yang ringan, menurut para pakar medis.Meskipun ada peningkatan baru-baru ini, jumlah pasien di klinik demam jauh lebih sedikit dibandingkan puncak gelombang infeksi sebelumnya, dan sebagian besar pasien hanya mengalami gejala ringan, kata Wang Liping, seorang peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) China.Wang mengatakan infeksi yang disebabkan oleh subvarian Omicron XBB akan terus ada selama beberapa waktu, namun situasi secara keseluruhan masih stabil dan terkendali, dengan dampak yang kecil pada operasi normal layanan medis dan seluruh masyarakat.Peneliti CDC China lainnya, Chen Cao, mencatat bahwa menurut data pemantauan, subvarian XBB saat ini merupakan galur (strain) COVID-19 dominan baik pada kasus infeksi impor maupun lokal, dengan tanpa adanya perubahan patogenisitas yang signifikan.Didukung oleh sistem pemantauan multisaluran dan sistem peringatan dini China, otoritas pengendalian penyakit di seluruh negara itu akan mengadopsi serangkaian upaya respons yang efektif jika terdeteksi adanya risiko baru, ujar Chen.
Foto yang diabadikan pada 4 Januari 2023 ini menunjukkan klinik demam di sebuah institusi kesehatan komunitas di Jiuting, Distrik Songjiang, Shanghai, China timur. Biaya medis untuk pengobatan <em class="xgg-highlight">COVID</em>-19 akan diganti (<i>reimburse</i>) oleh dana asuransi kesehatan China dengan cara yang sama seperti penyakit menular Kelas B lainnya, demikian menurut sebuah edaran yang dirilis oleh otoritas China pada Kamis (30/3/2023). (Xinhua/Liu Ying)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Remaja di China dihukum penjara seumur hidup buntut bunuh teman sekelas
Indonesia
•
31 Dec 2024

Sekjen PBB kecam pertambahan korban jiwa yang terus berlanjut menyusul serangan mematikan Israel ke sekolah di Gaza
Indonesia
•
14 Aug 2024

COVID-19 – Pasien berusia 106 tahun di China dinyatakan sembuh
Indonesia
•
04 May 2022

Feature – Mantan pekerja kerah putih di Sudan andalkan pekerjaan sampingan saat perang melanda
Indonesia
•
02 Jul 2024
Berita Terbaru

Perlintasan Rafah kembali dibuka, PBB harapkan lebih banyak negara terima pasien dari Gaza
Indonesia
•
03 Feb 2026

Mesir mulai terima pasien dan korban luka dari Gaza via perlintasan Rafah
Indonesia
•
03 Feb 2026

Feature – Menyusuri jejak masa lalu di Pecinan Glodok, dari klenteng, gereja, hingga tradisi teh China
Indonesia
•
02 Feb 2026

Berita buatan AI makin mendominasi, ‘think tank’ Inggris desak pemerintah susun aturan
Indonesia
•
02 Feb 2026
