
Sekjen PBB desak aksi drastis untuk atasi ancaman eksistensial akibat kenaikan permukaan laut

Personel polisi berjaga-jaga di sebuah jalan di dekat markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City, Amerika Serikat, pada 24 September 2024. (Xinhua/Li Rui)
Gas rumah kaca, yang sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, menaikkan suhu Bumi, menaikkan level air laut, dan melelehkan es.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Rabu (25/9) mendesak "aksi drastis" untuk mengatasi ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh kenaikan permukaan laut."Hanya dengan aksi drastis untuk mengurangi emisi, kita dapat membatasi laju kenaikan permukaan air laut. Dan hanya dengan aksi drastis untuk beradaptasi, kita dapat membuat masyarakat aman dari kenaikan permukaan air laut," kata Guterres dalam pidatonya di rapat pleno Majelis Umum PBB (United Nations General Assembly/UNGA) tentang penanggulangan ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh kenaikan permukaan laut."Per 2027, semua orang harus terlindungi oleh sistem peringatan, sesuai dengan Inisiatif Peringatan Dini Untuk Semua (Early Warnings for All initiative). Dan semua negara harus menyampaikan rencana aksi iklim nasionalnya yang baru, atau Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (Nationally Determined Contribution), jauh sebelum COP30 tahun depan," ujar Guterres."Dunia kita saat ini dikelilingi perairan yang berbahaya," kata Guterres. "Kalangan ilmuwan memberi tahu kami bahwa permukaan laut global saat ini naik lebih cepat dibandingkan periode kapan pun dalam 3.000 tahun terakhir, dan makin cepat. Laju kenaikannya meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 1990-an."
Personel polisi berjaga-jaga di sebuah jalan di dekat markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City, Amerika Serikat, pada 24 September 2024. (Xinhua/Li Rui)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Badan Antidoping China desak media "menghormati fakta"
Indonesia
•
13 Jul 2024

Sekjen PBB peringatkan kelangsungan solusi dua negara "semakin terkikis"
Indonesia
•
24 Sep 2025

Menlu Rusia sebut Barat berusaha memiliterisasi Asia Tenggara untuk tahan Rusia dan China
Indonesia
•
13 Nov 2022

Pejabat Gedung Putih sebut AS kehabisan uang untuk Ukraina
Indonesia
•
05 Dec 2023


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
