Penemuan fosil kulit dan tulang singkap banyak petunjuk tentang aktivitas dinosaurus di China

Foto yang diabadikan pada 20 Juli 2023 ini menunjukkan fosil Stegosaurus yang ditemukan dalam proyek penggalian dan restorasi fosil di Wilayah Otonom Etnis Man Fengning, Provinsi Hebei, China utara. (Xinhua/Long Qian)

Fosil dinosaurus Ceratopsidae yang ditemukan kali ini juga mengisi kekosongan dalam evolusi dan perkembangan dinosaurus Ceratopsidae.

 

Jinan, China (Xinhua) – Dua fosil dinosaurus, satu dengan bekas kulit yang nyaris utuh, ditemukan oleh para ahli paleontologi China dalam sebuah proyek penggalian dan restorasi fosil di Provinsi Hebei, China utara.

Pada 2017, beberapa fosil tulang dinosaurus ditemukan di Wilayah Otonom Etnis Man Fengning di dalam wilayah Kota Chengde. Penggalian dan restorasi penuh ketelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun menemukan dua set fosil dinosaurus yang terawetkan dengan sangat baik, yakni satu fosil dinosaurus Ceratopsidae yang relatif primitif dengan tulang-tulang seluruh tubuh yang hampir utuh, dan satu fosil lagi adalah Stegosaurus yang memiliki satu set tulang dan bekas kulit yang kurang utuh. Fosil-fosil tersebut diperkirakan berasal dari 130 juta tahun silam.

Fosil Stegosaurus itu memiliki panjang sekitar 5 meter, dengan fosil kulit yang menutupi area seluas sekitar 3 meter persegi, tersebar di sekitar tulang dengan garis-garis yang jelas yang tersusun seperti sisik.

“Bagian-bagian yang keras, seperti tulang dan gigi dinosaurus, relatif mudah menjadi fosil, tetapi bagian yang lunak, seperti kulit dan otot, mudah membusuk, dan kondisi untuk membentuk fosil sangat sukar,” ujar Zhang Fucheng, seorang profesor dari Institut Geologi dan Paleontologi Universitas Linyi yang juga memimpin tim peneliti tersebut.

Menurut Zhang, tingkat keawetan dan keutuhan fosil kulit tersebut sangat jarang ditemukan di seluruh dunia.

Guo Ying, seorang associate professor di institut tersebut, lebih lanjut mencatat bahwa kulit seperti sisik itu tidak hanya melindungi tubuh Stegosaurus tetapi juga secara efektif mengunci air di dalam tubuh, sehingga dinosaurus tersebut dapat mengurangi ketergantungan mereka pada sumber air sampai batas tertentu dan meningkatkan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Para peneliti berspekulasi bahwa kondisi fosil Stegosaurus yang terawetkan dengan sempurna itu dapat dikaitkan dengan aktivitas vulkanis yang sering terjadi pada masa itu.

“Dinosaurus itu mungkin pergi ke sungai atau danau untuk minum atau mati secara alami di sana sebelum hanyut ke permukaan air yang lebih dalam,” kata Zhang, seraya menambahkan bahwa tubuh dinosaurus itu tidak terganggu oleh mikroorganisme atau hewan-hewan kecil, dan abunya pudar dari tahun ke tahun sehingga fosilnya tetap utuh.

Para ahli percaya bahwa spesimen fosil yang merupakan fosil Stegosaurus pertama yang ditemukan di Hebei, dapat memberikan bukti kuat tentang aktivitas Stegosaurus di China utara pada awal Zaman Kapur.

Fosil dinosaurus Ceratopsidae yang ditemukan kali ini juga mengisi kekosongan dalam evolusi dan perkembangan dinosaurus Ceratopsidae, kata Zhang.

“Tulang-tulang yang terawetkan dengan baik dari spesimen ini akan memberikan bukti penting untuk studi lebih lanjut mengenai evolusi dinosaurus Ceratopsidae primitif,” ujar Zhang.

Para peneliti percaya bahwa Fengning dan daerah sekitarnya, tempat fosil-fosil tersebut ditemukan, pernah memiliki sistem hutan dan sungai yang kaya sekitar 130 juta tahun silam, menyediakan tempat berlindung yang efektif dan sumber daya makanan yang cukup untuk dinosaurus herbivora.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan