
Fokus Berita: Pemimpin besar miliki ilmu pengetahuan dan keimanan

Acara Maca Expo (MaX) SMPIT Insantama Bogor, digelar pada 25-26 November 2022. (Insantama Bogor)
Ilmu pengetahuan dan keimanan menjadi kombinasi yang sangat kuat agar pemimpin dicatat dengan tinta emas dalam sejarah.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) - Sejarah dunia mencatat bahwa para pemimpin besar adalah mereka yang memiliki ilmu pengetahuan dan keimanan, kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, baru-baru ini pada acara Maca Expo (MaX) SMPIT Insantama Bogor.“Dua hal tersebut (ilmu pengetahuan dan keimanan) menjadi kombinasi yang sangat powerful (kuat) agar pemimpin dicatat dengan tinta emas dalam sejarah, kata Bima Arya pada acara tahunan SMPIT tersebut yang terselenggara pada 25-26 November 2022.Menurut Bima Arya, pengetahuan adalah modal utama, tetapi tidak mungkin berpengetahuan tanpa memiliki kebiasaan membaca, tanpa memiliki perspektif yang luas.“Hari ini banyak jebakan-jebakan kekinian yang apabila kita tidak fokus untuk membangun kebiasaan membaca maka kita akan tergelincir, tidak bisa meluaskan ilmu pengetahuan kita,” kata wali kota Bogor.Bima Arya mengajak untuk terus membaca yang akan meluaskan wawasan, membangun karakter, mengasah nurani dan empati, menguatkan logika.“Kita akan menjadi orang-orang yang memiliki nilai tambah dengan pengetahuan kita untuk menunjang keimanan kita, jadi seimbang antara duniawi dan ukhrawi,” tuturnya.Generasi mendatang ialah generasi yang mempunyai kemampuan literasi di atas rata-rata, katanya seraya mengajak untuk giat berliterasi untuk menjadi pemimpin yang paripurna, pemimpin yang bersenjatakan nurani, pemimpin yang mempunyai modal kompetensi.Sementara itu ketua Yayasan Insantama Cendekia, H. Muhammad Ismail Yusanto, menyampaikan pentingnya memacu dan memicu peningkatan daya literasi di kalangan pelajar.“Karena ini semua adalah pangkal dari kemajuan. Kita diciptakan Allah sebagai Abdullah (hamba Allah) yang misi utamanya adalah beribadah kepada-Nya, dan ibadah itu tak lain adalah taat sepenuhnya kepada syariat-Nya,” kata Ismail Yusanto.Selain sebagai Abdullah juga sebagai Khalifatullah, yang mengemban misi memakmurkan bumi, katanya seraya menambahkan, agar bisa memakmurkan bumi, kita harus memiliki bekal berupa penguasaan sains dan teknologi.Kedua misi ini (ibadah dan memakmurkan bumi) bisa dicapai melalui proses yang disebut learning process (proses belajar) dan proses belajar, pangkalnya adalah iqra’ (membaca) baik membaca teks (sesuatu yang tertulis) maupun konteks (sesuatu yang tidak tertulis), tuturnya.“Sehingga kita tak hanya membaca ayat tanziliyah tapi juga kauniyah di mana ayat-ayat Allah itu ada di alam semesta, kehidupan dan manusia. Kenapa terjadi petir, perbedaan musim, dan lain-lain itu semua bagian dari ayat Allah yang bila kita cermati akan memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia,” ungkapnya.“Karena itu, sesungguhnya agama kita itu sedari awal mengajarkan kita untuk iqra’. Karenanya, seyogyanya kebiasaan membaca itu menjadi budaya kita yang harus terus ditambah dengan upaya untuk menulis dan berkreasi agar tersebar ilmu dan pengetahuan itu dan dirasakan secara nyata manfaatnya bagi seluruh manusia sehingga tercipta kemakmuran di bumi ini,” kata Ismail.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pendakwah Koh Dondy kenalkan ‘krislamologi’ untuk perkuat akidah hingga jadi kurikulum di perguruan tinggi
Indonesia
•
14 Sep 2026

Kota Liuzhou di China bersolek total dari ‘kota hujan asam’ jadi kota layak huni
Indonesia
•
06 Apr 2023

Museum di Gansu, China, luncurkan pameran digital bambu dan kayu kuno
Indonesia
•
05 Oct 2023

Disney akan mulai PHK 7.000 karyawan pekan ini
Indonesia
•
28 Mar 2023


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
