Feature – Krisis listrik ancam nyawa pasien di Kuba, rumah sakit kesulitan layani operasi dan ICU

Anak-anak bermain sepak bola di sebuah alun-alun di Havana, ibu kota Kuba, saat pemadaman listrik melanda seluruh negeri pada 14 Juli 2026. (Xinhua/Joaquin Hernandez)

Havana, Kuba (Xinhua/Indonesia Window) – Setiap pemadaman listrik di rumah sakit Kuba "sama dengan risiko bagi nyawa pasien kami dan kelelahan mendalam bagi tenaga kesehatan profesional kami."

Wakil Menteri Kesehatan Kuba Julio Guerra Izquierdo menyampaikan pernyataan tersebut pada Senin (20/7) dalam sebuah upacara penyerahan panel surya dan perlengkapan medis yang disumbangkan di Rumah Sakit Pengajaran Anak Juan Manuel Marquez di Havana, ibu kota Kuba.

Layanan kesehatan Kuba sangat terdampak oleh blokade energi de facto Amerika Serikat (AS) melalui pembatasan pasokan minyak sejak awal tahun ini, menurut wakil menteri kesehatan itu.

"Ketiadaan pasokan energi yang stabil memengaruhi secara langsung penyimpanan obat-obatan, penggunaan peralatan berteknologi tinggi, pelaksanaan operasi, dan bahkan perawatan dasar di ruang gawat darurat," ujar Guerra Izquierdo.

Dia mengecam blokade AS sebagai tindakan "genosida" terhadap pasien Kuba. "Hal itu sangat membatasi kemampuan kami untuk mengakses bahan bakar, teknologi, dan sumber daya penting yang dibutuhkan untuk pengoperasian institusi-institusi rumah sakit kami."

Pejabat pemerintah tersebut menyoroti lebih lanjut daftar tunggu operasi yang mencapai lebih dari 100.000 pasien, kesulitan dalam memastikan pasokan untuk perawatan ibu dan anak, peningkatan angka kematian bayi, penurunan angka kelangsungan hidup di antara anak-anak yang didiagnosis menderita kanker, dan kekurangan obat-obatan.

"Donasi yang kami terima hari ini memiliki nilai yang tak terhitung," ujar Guerra Izquierdo. Bantuan tersebut berarti tersedianya energi bersih dan stabil bagi rumah sakit anak Juan Manuel Marquez, tambahnya.

Donasi tersebut, yang tiba pada Ahad (19/7) di Pelabuhan Havana, dikirim oleh kapal layar Astral, yang dioperasikan oleh organisasi nonpemerintah Spanyol, Open Arms, sebagai bagian dari proyek solidaritas internasional Rumbo a Cuba, yang dipromosikan oleh para aktivis dan politisi di Spanyol untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke negara kepulauan Karibia tersebut.

Secara khusus, unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit anak tersebut memperoleh manfaat dari donasi itu.

"Panel surya yang telah kami terima merupakan jaminan bahwa ketika jaringan listrik padam, dan kami tahu itu akan terjadi, ventilator, pompa infus, dan monitor kami akan tetap berfungsi," kata kepala unit tersebut, Alicia Cedeno.

Dia mengatakan bahwa dirinya telah menyaksikan para dokter dan perawat "melakukan keajaiban nyata" dengan pasokan yang tersedia.

Bantuan kemanusiaan yang diterima juga telah membawa kelegaan bagi Dayana Blanco, ibu dari seorang bayi yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Masalah berulang terkait listrik dan pasokan medis telah mewarnai masa tinggal mereka selama berbulan-bulan di rumah sakit itu, katanya.

Meskipun mengalami kesulitan dan rasa frustrasi, staf medis telah berupaya mencari obat alternatif atau perawatan berbeda untuk putranya, mengupayakan segala cara yang memungkinkan, katanya.

"Mereka tidak pernah membiarkannya tanpa perlindungan," ujar wanita itu.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait