
Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan

Foto dokumentasi menunjukkan staf Bea Cukai Hainan di China selatan sedang memeriksa buah kelapa dari Indonesia sebelum dikirim ke pasar China. (Xinhua)
Perdagangan kelapa Indonesia di Hainan mendapatkan dorongan baru, yakni ditambahnya rute pengiriman dari Pontianak dan Palembang ke Yangpu.
Haikou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Saat seorang pencinta kelapa di China mencicipi kelapa segar yang diimpor dari Indonesia, mungkin dia tidak tahu bahwa buah lezat itu baru dipanen kurang dari 10 hari sebelumnya dari suatu perkebunan di Indonesia. Hal ini bisa terwujud berkat ‘jalur pengiriman kelapa’ yang menghubungkan Pelabuhan Pantoloan di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan Pelabuhan Yangpu di Hainan, China selatan.
Menurut Bea Cukai Haikou, Hainan telah mengimpor 592.000 ton kelapa melalui pelabuhan-pelabuhannya sepanjang 2025, meningkat 17,3 persen secara tahunan (yoy) dan menempati peringkat pertama di China. Impor dari Indonesia mencapai 516.000 ton, melonjak 34,3 persen dan mencakup 87,2 persen dari total impor. Sementara itu, impor kelapa dari Filipina dan Thailand juga mencatat pertumbuhan yang kuat.
Sambil sibuk menangani pesanan yang sudah diterima, Zheng Xinzhuang, penanggung jawab urusan bea cukai di sebuah perusahaan logistik di Hainan, mengatakan bahwa pengiriman serta proses bea cukai yang cepat merupakan jaminan untuk kesegaran kelapa, yang berperan penting dalam meningkatkan daya saing pasarnya.
Sejak ‘jalur pengiriman kelapa’ Palu-Yangpu resmi beroperasi secara rutin pada pertengahan 2025, pengiriman kelapa antara kedua negara hanya memakan waktu sekitar sepekan, dipersingkat dari sebelumnya yang membutuhkan waktu puluhan hari.
Bea Cukai Hainan telah mengambil sejumlah langkah untuk meningkatkan efisiensi proses bea cukai untuk kelapa, di antaranya mekanisme pengajuan pemeriksaan lebih awal, layanan reservasi proses bea cukai, dan penyempurnaan fasilitas lainnya, demi memangkas waktu proses bea cukai sesingkat mungkin.
Kebijakan pajak preferensial di bawah kerangka Pelabuhan Perdagangan Bebas (Free Trade Port/FTP) Hainan semakin menekan biaya operasional perusahaan. Perusahaan-perusahaan pengolahan lokal menikmati tarif nol persen untuk impor perlengkapan produksi, sehingga menurunkan biaya investasi dan produksi serta meningkatkan daya saing di pasar.
Pada 2025, Hainan berhasil merealisasikan ekspor perdana minyak kelapa murni (virgin coconut oil). Sementara itu, berbagai produk kelapa lainnya, termasuk sari kelapa dan santan, juga memperluas penetrasinya ke pasar luar negeri.
Kini, perdagangan kelapa Indonesia di Hainan mendapatkan dorongan baru, yakni ditambahnya rute pengiriman dari Pontianak dan Palembang ke Yangpu. Otoritas dan pelaku industri terkait di Hainan menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan layanan dan rantai nilai kelapa serta buah-buahan lokal, yang tidak diragukan lagi menjadi pesan positif, baik bagi banyak konsumen kelapa di China maupun bagi petani di Indonesia dan seluruh rantai terkait.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Survei Celios ungkap mayoritas warga Indonesia anggap hubungan Indonesia-China positif
Indonesia
•
20 Dec 2025

China perketat impor, harga batubara Januari 2020 turun ke 65,93 dolar AS per ton
Indonesia
•
15 Jan 2020

Nepal laporkan pertumbuhan terendah dalam 7 tahun pada Q1 tahun 2022-23
Indonesia
•
28 Feb 2023

Kenaikan tarif produk China akan timbulkan kerugian pada perusahaan dan konsumen AS
Indonesia
•
17 May 2024


Berita Terbaru

IPO SpaceX raup 1.348 triliun rupiah, Elon Musk makin dekat jadi triliuner pertama dunia
Indonesia
•
13 Jun 2026

Aset lintas batas Hong Kong tembus Rp53 kuadriliun, lampaui Swiss
Indonesia
•
13 Jun 2026

UKM Singapura paling tidak optimistis ekspansi ke luar negeri
Indonesia
•
12 Jun 2026

ZTE borong 3 penghargaan Selular Awards 2026, perkuat inovasi teknologi jaringan di Indonesia
Indonesia
•
11 Jun 2026
