
Feature – AI dongkrak sektor manufaktur di Chongqing, China

Seorang pengunjung asing berinteraksi dengan sebuah robot humanoid dalam Pameran Investasi dan Perdagangan Internasional China Barat (Western China International Fair for Investment and Trade) kedelapan di Kota Chongqing, China barat daya, pada 21 Mei 2026. (Xinhua/Huang Wei)
AI meningkatkan keselamatan dan kondisi kerja di lingkungan industri, membebaskan pekerja dari lingkungan yang keras dan berbahaya.
Chongqing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah robot lengan ganda secara presisi dan cepat merakit komponen menjadi modul laptop dengan akurasi luar biasa dalam Pameran Investasi dan Perdagangan Internasional China Barat (Western China International Fair for Investment and Trade) kedelapan.
Pemandangan tersebut membuat banyak orang takjub dan memperlihatkan sebuah transisi lebih besar yang sedang berlangsung di Kota Chongqing, kota penyelenggara pameran itu di China barat daya, di mana kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mengubah produksi setempat secara digital dan berbasis kecerdasan.
Mengusung tema ‘China Barat Baru, Manufaktur Baru, Layanan Baru’ (New Western China, New Manufacturing, New Services), acara tersebut dibuka di Chongqing pada Kamis (21/5) dan akan berlangsung hingga Ahad (24/5), menarik hampir 1.400 perusahaan dari 50 negara dan kawasan.
Untuk tugas-tugas yang sangat presisi dan berulang, pekerjaan manual yang berkepanjangan rentan terhadap kesalahan. Dengan mengintegrasikan algoritma cerdas, robot dapat secara signifikan meningkatkan stabilitas dan konsistensi pembuatan produk, kata Cheng Yuan, seorang insinyur pengujian di Chongqing Huashu Robotics Co., Ltd., produsen robot yang dipamerkan.
AI tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kondisi kerja di lingkungan industri, membebaskan pekerja dari lingkungan yang keras dan berbahaya.
Di banyak pabrik industri, para pekerja menghadapi bahaya seperti benda jatuh dan debu tebal, sehingga aktivitas transportasi secara manual berpotensi berbahaya.
Guna mengatasi tantangan ini, New Generation (Chongqing) Intelligent Equipment Technology Co., Ltd. telah mengembangkan kendaraan transportasi cerdas yang dilengkapi dengan sistem persepsi dan penghindaran rintangan berbasis AI, memungkinkan navigasi otonomos di lingkungan industri yang kompleks. Algoritma yang disesuaikan juga dikembangkan sebagai respons terhadap kebutuhan klien tertentu, memungkinkan kendaraan beroperasi dengan aman di pabrik yang berdebu atau lembap, menurut para insinyur perangkat lunak perusahaan itu.
Penyempurnaan berbasis AI serupa juga mentransformasi industri berat lainnya. CISDI Information Technology (Chongqing) Co., Ltd. berfokus pada peningkatan berbasis AI di industri baja, menggunakan platform AI yang dikembangkan sendiri untuk tidak hanya meningkatkan kualitas produksi tetapi juga membebaskan para pekerja dari lingkungan yang sangat panas dan berpotensi berbahaya.
Platform tersebut, dikombinasikan dengan kamera cerdas dan algoritma pembelajaran mendalam, mampu melakukan tugas-tugas seperti penyaringan bahan baku, pengenalan api, dan kontrol proses penggulungan (rolling), mencakup lebih dari 100 skenario penerapan di seluruh proses produksi baja.
"Dulu, para pekerja harus mengenakan kacamata pelindung dan mengamati langsung api yang mencapai suhu 1.500 hingga 1.600 derajat Celsius," kata Pang Shuyang, seorang insinyur AI di CISDI Information. Dia menambahkan bahwa perusahaan itu kini menggunakan kamera penglihatan mesin dan algoritma AI sebagai pengganti mata manusia, dengan tingkat akurasi mencapai lebih dari 99 persen.
"Untuk benar-benar memberdayakan industri, AI tidak hanya membutuhkan algoritma, daya komputasi, dan data, tetapi juga skenario aplikasi dunia nyata yang kaya, kumpulan talenta, dan sebuah ekosistem yang terbuka dan kolaboratif," ujar Zhang Chengqi, chair professor AI di Universitas Politeknik Hong Kong (Hong Kong Polytechnic University), dalam sambutan pembukaannya di pameran tersebut.
Mencakup seluruh 31 kategori manufaktur utama di China, Chongqing menyediakan kondisi yang menguntungkan bagi perusahaan untuk mengembangkan manufaktur cerdas dan transformasi digital.
Di Seres Super Factory di Chongqing, lebih dari 1.600 terminal cerdas dan 3.000 robot beroperasi secara kolaboratif dalam produksi kendaraan energi baru, mencapai tingkat otomatisasi 100 persen untuk proses produksi utama seperti pengelasan dan pengecatan. Dengan menggunakan teknologi inspeksi visual berbasis AI, sistem itu dapat menyelesaikan puluhan inspeksi pada satu komponen dalam hitungan detik, secara signifikan meningkatkan konsistensi produk dan kontrol kualitas.
Pada 2025, industri AI inti Chongqing tumbuh 23,6 persen secara tahunan (year on year), menurut Yang Fan, wakil direktur komisi ekonomi dan informatisasi kota itu. Chongqing kini memiliki empat ‘lighthouse factory’ (pabrik manufaktur yang menggunakan teknologi-teknologi termutakhir) yang disertifikasi oleh Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) sebagai pengakuan atas transformasi industri berbasis teknologi mereka.
China telah berjanji untuk mempercepat inovasi teknologi digital dan cerdas, serta memperluas praktik ‘AI plus’ guna meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial serta mendorong transformasi mendalam pada metode produksi, menurut Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030) negara tersebut, yang dirilis pada Maret.
Sebuah acara pencocokan ‘AI + Manufaktur’ diadakan di pameran itu, menarik para pengusaha, investor, peneliti, serta inovator untuk memperkuat pertukaran dan kolaborasi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia-China kerja sama pembuatan stasiun penelitian bulan
Indonesia
•
10 Mar 2021

WWF: Populasi harimau liar di dunia meningkat signifikan
Indonesia
•
30 Jul 2024

‘Easy card’ buat hidup semakin mudah di Taiwan
Indonesia
•
11 Apr 2021

Feature – Robot humanoid dikerahkan di lini perakitan presisi di China
Indonesia
•
16 Apr 2026


Berita Terbaru

Model AI bantu inventarisasi fasilitas PLTB dan PLTS di China
Indonesia
•
23 May 2026

Peneliti temukan beberapa bagian otak lebih rentan terhadap tumor
Indonesia
•
23 May 2026

Ilmuwan China ungkap mekanisme superkonduktivitas suhu tinggi
Indonesia
•
23 May 2026

Seorang astronaut China akan tinggal setahun di luar angkasa
Indonesia
•
23 May 2026
