Fathimah radhiallahu ‘anha menangis & tertawa setelah dibisiki Rasulullah ﷺ

Fathimah radhiallahu ‘anha menangis & tertawa setelah dibisiki Rasulullah ﷺ
Ilustrasi. (Photo by Kiki Siepel on Unsplash)

‘Aisyah radhiallahu ‘anha menuturkan sebuah riwayat tentang Fathimah radhiallahu ‘anha yang menangis setelah dibisiki sesuatu oleh ayahnya, Rasulullah ﷺ. Kemudian Rasulullah ﷺ membisikkan sesuatu lagi kepadanya, dan Fathimah radhiallahu ‘anha pun tertawa.

‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata:

“Kami, para istri Nabi ﷺ pernah berada di sini beliau, lalu dating Fathimah radhiallahu ‘anha dengan berjalan kaki, yang gaya ayunan langkahnya tidak berbeda sedikit pun dengan gaya langkah Rasulullah ﷺ.

Ketika melihat Fathimah radhiallahu ‘anha dating, beliau pun langsung menyambutnya, seraya bersabda, ‘Selamat datang wahai anakku!’

Beliau menyuruhnya duduk di sebelah kanan atau kirinya.

Kemudian beliau membisikkan sesuatu kepadanya, lalu Fathimah radhiallahu ‘anha pun menangis keras sekali.

Merasa iba kepada putrinya, Rasulullah ﷺ pun membisikkan sesuatu lagi kepadanya, dan dia pun tertawa.

Aku tanya kepada Fathimah radhiallahu ‘anha, ‘Rasulullah ﷺ telah mengistimewakan dirimu dengan berbagai rahasia di tengah-tengah istri-istri beliau, tapi kamu malah menangis.’

Setelah Rasulullah ﷺ beranjak, aku bertanya kepada Fathimah radhiallahu ‘anha. ‘Apa yang dikatakan Rasulullah ﷺ kepadamu?’

‘Aku tidak akan menyebarluaskan rahasia Rasulullah ﷺ,’ jawabnya.

Setelah Rasulullah ﷺ wafat, aku menanyakan kembali pada Fathimah radhiallahu ‘anha. ‘Aku bersumpah dengan hakku atas dirimu, ingin mendengar darimu tentang apa yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ kepadamu.

Fathimah menjawab, ‘Kalau sekarang akan aku beritahukan.’

Bisikan pertama beliau kepadaku adalah, ‘Bahwa Jibril biasa datang untuk menyamakan dengan beliau bacaan Al-Quran sekali atau dua kali dalam setahun. Tetapi sekarang dia melakukannya dua kali dan aku tidak mengira melainkan ajal telah dekat. Oleh karena itu bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah. Karena sesungguhnya sebaik-baik orang yang meninggalkan kamu adalah aku.’

Karenanya aku pun menangis sebagaimana yang engkau saksikan.

Dan ketika beliau melihatku bersedih maka beliau berbisik kepadaku untuk yang ke dua kalinya, seraya mengatakan, ‘Wahai Fathimah, tidakkah kamu suka kalau kamu menjadi pemuka wanita-wanita Mukmin atau wanita-wanita umat ini?’

Karenanya aku pun tertawa sebagaimana yang engkau saksikan.”

(Muttafaq ‘alaih)

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari (VI/627-Fathul Baari) dan Muslim (no. 2450) (98).

Sumber: Kitab Syarah Riyadhusush Shalihin oleh penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here