
Faksi Palestina bertemu bahas masa depan Gaza, rencana perdamaian Trump Jadi sorotan

Warga Palestina bersukacita di depan kantor pusat komite Mesir di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 9 Oktober 2025, menyusul pengumuman bahwa Israel dan Hamas telah menyepakati persetujuan gencatan senjata Gaza. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Pertemuan tingkat tinggi antara faksi-faksi Palestina digelar pada Ahad (7/6) dengan dihadiri mediator dari Mesir, Qatar, dan Turkiye untuk membahas implementasi perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.
Menurut saluran berita Mesir Al-Qahera News, pertemuan tersebut berfokus pada usulan peta jalan untuk penuntasan implementasi tahap kedua perjanjian gencatan senjata Jalur Gaza.
Para peserta pertemuan sepakat mengenai perlunya finalisasi implementasi rencana perdamaian 20 poin yang diajukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, khususnya seluruh resolusi yang tercantum dalam tahap pertama perjanjian gencatan senjata tersebut.
Pertemuan itu berlangsung di tengah tersendatnya implementasi sejumlah klausul penting dalam perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel, termasuk isu soal pelucutan senjata dan rekonstruksi Jalur Gaza.
Menurut berita terbaru dari otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza, sedikitnya 961 warga Palestina tewas dan 3.020 lainnya terluka di wilayah kantong tersebut sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025. Dengan demikian, total korban tewas dalam perang di Gaza yang pecah sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 72.971 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 173.012 orang.
Tahap pertama perjanjian gencatan senjata mencakup pertukaran tahanan dan tawanan, masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, serta penarikan pasukan Israel dari sejumlah wilayah di Gaza.
Pada pertengahan Januari, AS mengumumkan dimulainya tahap kedua perjanjian gencatan senjata tersebut. Setelah itu, sebuah komite teknokrat Palestina transisional yang beranggotakan 15 orang dibentuk untuk mengelola Jalur Gaza. Komite tersebut dipimpin oleh Ali Shaath, mantan pejabat Otoritas Palestina.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

TikTok bantah tuduhan mendukung konten pro-Palestina
Indonesia
•
08 Nov 2023

Analisis – Akankah aliansi oposisi baru Israel ‘Together’ patahkan dominasi Netanyahu dalam politik Israel?
Indonesia
•
30 Apr 2026

Survei: Tantangan terbesar bisnis AS adalah kesulitan pasar tenaga kerja
Indonesia
•
02 Jun 2022

Israel lanjutkan serangan di pinggiran Beirut, Lebanon ajukan perlindungan untuk warisan budaya
Indonesia
•
11 Nov 2024


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
