China minta Jepang bijak soal pengendalian ekspor peralatan manufaktur semikonduktor

Seorang staf melakukan pemeriksaan produk di HT-Tech (Nanjing) Co., Ltd. yang berlokasi di Zona Pengembangan Ekonomi Pukou di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 9 Maret 2023. (Xinhua/Ji Chunpeng)
Ekspor peralatan manufaktur semikonduktor dari Jepang ke China akan diperketat, yang diyakini oleh banyak pihak dimaksudkan untuk membatasi kerja sama kedua negara di sektor semikonduktor.
Beijing, China (Xinhua) – China meminta Jepang untuk bersikap bijak dalam memperketat pengendalian ekspor untuk peralatan manufaktur semikonduktor dan tidak menciptakan faktor-faktor kompleks baru dalam hubungan bilateral, demikian disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning pada Senin (3/4).Beberapa hari yang lalu, Jepang mengumumkan akan memperketat pengendalian ekspor untuk peralatan manufaktur semikonduktor berkinerja tinggi, yang diyakini oleh banyak pihak dimaksudkan untuk membatasi kerja sama China-Jepang di sektor semikonduktor, papar Mao dalam konferensi pers saat menjawab pertanyaan terkait."China telah menyampaikan keberatan serius kepada pihak Jepang mengenai masalah ini di berbagai tingkatan untuk mengungkapkan ketidakpuasan dan keprihatinan serius kami," kata juru bicara itu.Mao mengatakan Jepang berulang kali menyatakan dalam komunikasinya dengan China bahwa kedua negara memiliki hubungan ekonomi dan perdagangan yang erat serta bahwa Jepang berkomitmen untuk memajukan kerja sama dengan China."Kami berharap Jepang dapat bertindak berdasarkan pernyataan tersebut, mengambil sikap yang objektif dan adil, serta mengikuti prinsip-prinsip pasar, melanjutkan kepentingan jangka panjangnya, menjaga rantai pasokan dan industri global tetap lancar dan stabil, mempertahankan tatanan perdagangan internasional yang bebas dan terbuka, serta melindungi kepentingan bersama kedua negara dan perusahaan-perusahaan dari kedua belah pihak," tutur Mao.Mao mengatakan China merupakan pasar ekspor terbesar di sektor semikonduktor Jepang, dengan volume tahunan lebih dari 10 miliar dolar AS. China menyumbang seperempat dari total ekspor peralatan semikonduktor Jepang. Kedua belah pihak telah menjalin kerja sama yang saling menguntungkan di sektor ini.Mao menambahkan bahwa potensi pengendalian ekspor yang menyasar China tidak hanya akan memengaruhi rantai pasokan dan industri semikonduktor di kawasan itu dan dunia yang lebih luas, tetapi juga akan merugikan perusahaan-perusahaan Jepang."Kami berharap Jepang dapat bersikap bijak dalam mengambil keputusan dan tidak menciptakan faktor-faktor kompleks baru dalam kepercayaan bersama dan hubungan bilateral," ujar Mao.China akan menilai dampak dari kebijakan pengendalian ekspor Jepang tersebut, kata Mao, seraya menambahkan bahwa jika Jepang memberlakukan pembatasan terhadap kerja sama normal di sektor semikonduktor antara kedua negara dan secara serius merusak kepentingan China, China tidak akan tinggal diam dan akan bertindak tegas untuk merespons tindakan Jepang.*1 dolar AS = 14.990 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Dua pria Muslim batalkan penerbangan AS karena dianggap mengkhawatirkan
Indonesia
•
20 Sep 2019

Visa dicabut, Presiden Kolombia sebut New York tak lagi layak jadi lokasi markas besar PBB
Indonesia
•
29 Sep 2025

Petani Prancis gelar unjuk rasa, blokir jalan raya di sekitar Paris
Indonesia
•
30 Jan 2024

AS perluas larangan visa bagi pemegang paspor Palestina
Indonesia
•
01 Sep 2025
Berita Terbaru

Iran masih mau negosiasi walau AS tak dapat dipercaya
Indonesia
•
31 Jan 2026

Fokus Berita – Gencatan senjata sia-sia, Gaza digempur serangan udara Israel, sedikitnya 32 warga Palestina tewas
Indonesia
•
01 Feb 2026

Kanselir Jerman tegaskan Eropa mitra AS, bukan bawahan
Indonesia
•
31 Jan 2026

Zelensky siap patuhi gencatan senjata energi dengan Rusia
Indonesia
•
31 Jan 2026
