Ekspor-impor topang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022

Ekspor-impor topang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022
Ibu kota Jakarta. (Afif Kusuma on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Ekspor dan impor dapat menjadi penopang yang cukup kuat untuk pertumbuhan ekonomi pada 2022, kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan, Kasan.

“Ekspor dan impor diharapkan menjadi penopang yang cukup tinggi bagi pertumbuhan ekonomi di tahun depan, selain konsumsi rumah tangga,” kata Kasan pada webinar bertajuk ‘Pemulihan di atas Fundamental Rapuh’, Rabu.

Sebelumnya, pemerintah memprediksikan pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5-5,5 persen dengan kontribusi dari konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 5-5,3 persen, ekspor 5,8-7,9 persen, serta impor 6,0 -8,6 persen.

Selain itu, konsumsi pemerintah diproyeksikan mampu tumbuh sebesar 2,8-4,5 persen dan investasi 5,6-7,0 persen.

Sementara itu, Kemendag merancang outlook indikator strategis perdagangan 2022, diantaranya neraca perdagangan barang yang diasumsikan mencapai 19,1 miliar-19,6 miliar dolar AS.

Ekspor riil barang dan jasa juga diperkirakan tumbuh 4,16 persen, ekspor non migas tumbuh 5,40-5,79 persen, dan rasio ekspor jasa terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) tumbuh 1,5 persen.

Menurut Kasan, kondisi perekonomian pada 2022 akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain keberhasilan penanganan COVID-19, pemulihan konsumsi masyarakat, implementasi reformasi struktural, dan prospek pertumbuhan ekonomi global.

Kebijakan penanganan COVID-19 yang dilakukan secara komprehensif dan masif melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disertai akslerasi program vaksinasi dan sosialisasi dalam menjaga protokol kesehatan secara simultan, diperkirakan mampu meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk melakukan aktivitas sosial dan ekonomi.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here