
China ungkap cetak biru untuk pengembangan eksplorasi luar angkasa

Gambar hasil tangkapan layar yang diambil di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center/BACC) pada 9 Februari 2023 ini menunjukkan taikonaut Shenzhou-15 Fei Junlong melakukan aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activity/EVA) di luar modul laboratorium stasiun luar angkasa Wentian. (Xinhua/Liu Fang)
Eksplorasi luar angkasa dalam (deep space) yang dikembangkan oleh China di masa depan melibatkan penelitian Bulan, asteroid, komet, dan planet-planet lainnya di tata surya.
Hefei, China (Xinhua) – China telah menyusun cetak biru untuk pengembangan eksplorasi luar angkasa dalam (deep space) di masa depan yang melibatkan penelitian Bulan, asteroid, komet, dan planet-planet lainnya di tata surya kita.China akan meluncurkan satelit relai Queqiao-2 atau Magpie Bridge-2, dan wahana Chang'e-6 sekitar tahun 2024 mendatang untuk mengumpulkan sampel dari sisi jauh Bulan dan membawanya kembali ke Bumi, ujar Wu Yanhua, kepala perancang proyek besar eksplorasi deep space, dalam Konferensi Eksplorasi Luar Angkasa Dalam Internasional (International Deep Space Exploration Conference) yang diadakan di Hefei, ibu kota Provinsi Anhui, China timur, pada Selasa (25/4).China berencana untuk meluncurkan wahana Chang'e-7 sekitar tahun 2026 untuk melaksanakan eksplorasi sumber daya di kutub selatan Bulan, dan meluncurkan wahana Chang'e-8 sekitar tahun 2028 untuk membangun model dasar Stasiun Penelitian Bulan Internasional, kata Wu.China berencana untuk meluncurkan misi Tianwen-2 sekitar tahun 2025 untuk mengumpulkan sampel dari asteroid yang orbitnya dekat Bumi dan menjelajahi asteroid aktif.Dia juga menyebutkan bahwa China berencana untuk meluncurkan misi Tianwen-3 sekitar tahun 2030 untuk mengumpulkan sampel Mars dan meluncurkan Tianwen-4 sekitar tahun 2030 untuk mengeksplorasi sistem Jovian dan Uranus.Dalam 20 tahun terakhir, China berhasil melakukan program eksplorasi Bulan tiga langkah dan merealisasikan pengiriman wahana ke orbit, mendarat, dan menjelajah di Mars dalam satu misi.China berhasil memperoleh citra global Bulan dalam resolusi 7 meter dan citra global Mars dalam resolusi spasial 76 meter. Wu mengatakan penemuan ilmiah dari misi eksplorasi Bulan dan Mars telah memperbarui pengetahuan manusia tentang Bulan dan Planet Merah itu.Sejak China memulai program eksplorasi Bulannya pada 2004, negara tersebut telah melakukan kerja sama luar angkasa dengan 19 negara dan kawasan dalam berbagai wujud seperti membawa muatan ilmiah, berbagi data deteksi, saling mendukung untuk pengukuran dan kontrol, serta penelitian ilmiah bersama, menurut Wu.China akan mempromosikan lebih lanjut kerja sama internasional dalam membangun Stasiun Penelitian Bulan Internasional dan eksplorasi deep space, imbuh Wu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti China kembangkan teknologi penambangan tanah jarang ramah lingkungan dan efisien
Indonesia
•
09 Nov 2022

Penyelidikan arkeologis laut dalam China berfokus pada bangkai kapal kuno Dinasti Ming
Indonesia
•
13 Jun 2023

Ilmuwan China kembangkan metode artifisial baru untuk sintesis heksosa dari CO2
Indonesia
•
22 Aug 2023

Taikonaut Shenzhou-18 lakukan uji alarm kebakaran dan pengambilan sampel darah di luar angkasa
Indonesia
•
09 Aug 2024


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
