
PM Anwar sebut megaproyek jalur kereta Malaysia fasilitasi pembangunan seimbang

Proyek infrastruktur utama di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI), East Coast Rail Link (ECRL) akan beroperasi dari pusat transportasi terbesar Malaysia, yakni Pelabuhan Klang, dan melintasi semenanjung ke Negara Bagian Kelantan di Malaysia timur laut. (Xinhua)
East Coast Rail Link (ECRL), sebuah megaproyek jalur kereta di Malaysia, akan membantu mengintegrasikan wilayah pesisir barat yang maju di negara ini dengan wilayah pesisir timurnya yang kurang berkembang melalui mobilitas yang lebih baik sebagai bagian dari sistem transportasi publik yang lebih luas.
Kuala Lumpur (Malaysia) – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Jumat (12/5) mengatakan bahwa East Coast Rail Link (ECRL), sebuah megaproyek jalur kereta di Malaysia yang sedang dibangun oleh China Communications Construction Company (CCCC), akan memfasilitasi pembangunan yang seimbang di negara itu.Pernyataan tersebut disampaikannya dalam upacara peluncuran pembangunan stasiun kereta api pertama di Negara Bagian Kelantan, Malaysia.Anwar mengatakan bahwa konektivitas yang ditingkatkan oleh ECRL ini akan membantu mengintegrasikan wilayah pesisir barat Malaysia yang maju dengan wilayah pesisir timurnya yang kurang berkembang melalui mobilitas yang lebih baik sebagai bagian dari sistem transportasi publik yang lebih luas."Hari ini kita kembali membuat sejarah, dengan diluncurkannya proyek raksasa di negara kita. ECRL merupakan megaproyek yang melibatkan kerja sama penuh dari pemerintah China. ECRL, sebagaimana ditekankan, akan menjadi katalis untuk pembangunan di negara-negara bagian yang dianggap terisolasi dari pusat investasi di Lembah Klang," tutur PM Malaysia.Sementara itu, Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke Siew Fook menuturkan bahwa proyek ECRL tersebut mendorong kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.“Kementerian Transportasi memantau dengan cermat pelaksanaan proyek ECRL, sebuah infrastruktur nasional yang menghubungkan negara-negara bagian Pesisir Timur dengan Lembah Klang. Efektivitas sistem layanan ECRL dalam memfasilitasi kelancaran pergerakan penumpang dan kargo di empat negara bagian ini sejalan dengan konsep mobilitas tanpa batas.”“Proyek ECRL itu menjadi katalis bagi perubahan atau transformasi yang tidak hanya memfasilitasi perjalanan, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Loke Siew FookSebagai proyek infrastruktur utama di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI), ECRL akan beroperasi dari pusat transportasi terbesar Malaysia, yakni Pelabuhan Klang, dan melintasi semenanjung ke Negara Bagian Kelantan di Malaysia timur laut.Setelah proyek ECRL rampung, jalur kereta tersebut diharapkan dapat sangat meningkatkan konektivitas guna membawa pertumbuhan yang lebih seimbang ke negara itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pesawat C919 buatan China telah angkut lebih dari 500.000 penumpang
Indonesia
•
02 Sep 2024

Tenaga surya terangi 10 lokasi wisata nasional
Indonesia
•
14 Nov 2019

Laporan PBB: Perdagangan global akan lampaui 35 triliun dolar AS pada 2025
Indonesia
•
10 Dec 2025

Sektor otomotif kena tarif Trump 25 persen mulai 2 April
Indonesia
•
27 Mar 2025


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
