Banner

Presiden China bertemu dengan PM Malaysia di Beijing, perkuat persahabatan

Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim di Balai Agung Rakyat di Beijing, ibu kota China, pada 31 Maret 2023. (Xinhua/Rao Aimin)

Hubungan diplomatik China-Malaysia telah berlangsung 50 tahun, dengan kedua belah pihak telah mencapai konsensus untuk membangun komunitas kedua negara dengan masa depan bersama, yang pasti akan membuka babak baru dalam sejarah hubungan bilateral.

 

Beijing, China (Xinhua) – Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim di Beijing pada Jumat (31/3).

Xi menjelaskan bahwa persahabatan China-Malaysia memiliki sejarah yang panjang, dan hubungan bilateral selalu dikedepankan di antara negara-negara di kawasan Asia.

Tahun ini menandai peringatan 10 tahun kemitraan strategis komprehensif China-Malaysia. Tahun depan akan menandai peringatan 50 tahun pembentukan hubungan diplomatik antara kedua negara, tutur Xi, seraya mencatat bahwa selama kunjungan PM Anwar ke China, kedua belah pihak mencapai konsensus untuk membangun komunitas China-Malaysia dengan masa depan bersama, yang pasti akan membuka babak baru dalam sejarah hubungan bilateral.

Xi menyerukan kedua belah pihak agar melakukan upaya-upaya terkoordinasi guna memajukan pengembangan hubungan bilateral dan kerja sama di berbagai bidang pada tahap berikutnya, mendorong pertumbuhan hubungan China-Malaysia yang stabil dan berkelanjutan, serta menyuntikkan dorongan baru ke dalam kemakmuran dan pembangunan kedua negara maupun kawasan Asia pada umumnya.

Upaya teguh China untuk mewujudkan keterbukaan berstandar tinggi dan modernisasinya akan membawa banyak peluang baru bagi pembangunan Malaysia maupun negara-negara lain, ujar Xi, seraya menyerukan kedua belah pihak agar terus meningkatkan level kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra yang berkualitas tinggi, memajukan proyek-proyek utama, memperkuat area-area pertumbuhan dalam ekonomi digital, pembangunan hijau, dan energi baru, serta menjajaki kerja sama penghidupan masyarakat sehingga hubungan China-Malaysia akan membawa lebih banyak manfaat bagi kedua bangsa.

Xi menekankan bahwa baik China maupun Malaysia merupakan bagian dari peradaban Asia dan telah mendulang manfaat dari, berkontribusi untuk, serta menjunjung tinggi globalisasi ekonomi dan multilateralisme.

“China siap bekerja sama dengan Malaysia untuk meningkatkan peradaban Asia, menjunjung tinggi independensi strategis dan aspirasi asli kerja sama Asia Timur, mendukung sentralitas Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), dengan tegas menolak mentalitas Perang Dingin dan konfrontasi kubu, serta bersama-sama membangun rumah bersama,” tutur Xi.

Sementara itu, Anwar memuji Inisiatif Keamanan Global, Inisiatif Pembangunan Global, dan Inisiatif Peradaban Global yang diusulkan oleh Presiden Xi.

Malaysia siap bekerja sama dengan China untuk memastikan implementasi dan efektivitas inisiatif-inisiatif yang relevan, serta memajukan kerja sama di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra, katanya.

Anwar menjelaskan bahwa Malaysia menentang konfrontasi kubu dan menolak paksaan untuk memihak. Dia juga mengatakan bahwa ASEAN, sebagai kekuatan independen, akan memainkan peran aktif dalam menghindari eskalasi ketegangan regional.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner

Iklan