
Dunia alami periode paling penuh kekerasan sejak Perang Dunia II

Foto yang diabadikan pada 3 Maret 2026 ini menunjukkan puing-puing di dalam sebuah ruang kelas Sekolah Shahid Mahallati di Teheran, Iran. Sekolah tersebut mengalami kerusakan akibat kampanye militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. (Xinhua/Shadati)
Dunia saat ini sedang mengalami periode paling penuh kekerasan sejak Perang Dunia II, seiring eskalasi di Timur Tengah terus menimbulkan dampak menghancurkan terhadap warga sipil dan mata pencaharian dengan efek berantai global.
Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Dunia saat ini sedang mengalami periode paling penuh kekerasan sejak Perang Dunia II, seiring eskalasi di Timur Tengah terus menimbulkan dampak menghancurkan terhadap warga sipil dan mata pencaharian dengan efek berantai global, kata seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Dunia kita saat ini berada dalam kondisi paling penuh kekerasan sejak Perang Dunia II. Jumlah orang yang terusir dan terpaksa meninggalkan rumah mereka meningkat setiap jamnya," ujar Jorge Moreira da Silva, direktur eksekutif Kantor PBB untuk Pelayanan Proyek (UN Office for Project Services/UNOPS), dalam sebuah pernyataan pada Senin (23/3).
Konflik yang sangat menghancurkan di Timur Tengah telah berdampak melintasi batas negara dan mengguncang perekonomian dunia di tengah lonjakan harga minyak, bahan bakar, dan gas, katanya.
Dia menunjukkan bahwa negara-negara berkembang di Asia dan Afrika kemungkinan akan mengalami dampak paling parah, dan jumlah orang yang hidup dalam kelaparan secara global diperkirakan akan meningkat hingga puluhan juta orang tahun ini.
Dia mendesak semua pihak untuk melaksanakan seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB serta mengakhiri kekacauan dan penderitaan masyarakat melalui solusi diplomatik dan damai.
UNOPS, yang sebelumnya merupakan bagian dari Program Pembangunan PBB (United Nations Development Programme/UNDP), didirikan sebagai entitas terpisah yang mandiri secara pembiayaan dalam sistem PBB pada 1 Januari 1995. Berkantor pusat di Kopenhagen, Denmark, lembaga ini menyediakan layanan manajemen proyek, pengadaan, dan infrastruktur di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kanselir Jerman Scholz dicalonkan sebagai kandidat utama SPD dalam pemilu dini tahun depan
Indonesia
•
28 Nov 2024

Pencabutan keanggotan Iran di Komisi Status Perempuan langgar Piagam PBB
Indonesia
•
16 Dec 2022

Lebih 720 jam siaran dari Masjidil Haram selama Ramadhan
Indonesia
•
05 May 2022

OCA buka pintu bagi 500 atlet Rusia dan Belarus di Asian Games Hangzhou, tetap tunggu lampu hijau IOC
Indonesia
•
11 Jul 2023


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
