
China sebut masyarakat internasional berhak tuntut penyelidikan ledakan Nord Stream

Foto dari udara yang dirilis Kementerian Pertahanan Denmark pada 27 September 2022 ini menunjukkan lokasi kebocoran pipa gas Nord Stream. (Xinhua/Kementerian Pertahanan Denmark)
Dugaan sabotase Nord Stream yang disinyalir kuat melibatkan militer Amerika Serikat telah berdampak serius pada kerusakan infrastruktur transnasional yang krusial, dan memunculkan konsekuensi berat, sehingga masyarakat internasional berhak untuk menuntut dilakukannya penyelidikan menyeluruh terkait hal ini.
Beijing, China (Xinhua) – Masyarakat internasional berhak untuk menuntut dilakukannya penyelidikan menyeluruh terkait ledakan jalur pipa Nord Stream yang telah sangat menyabotase infrastruktur transnasional krusial dan menimbulkan konsekuensi yang berat, kata Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pada Senin (20/2).Wang mengatakan sangat penting untuk melakukan penyelidikan yang objektif, imparsial, dan profesional terkait ledakan jalur pipa gas yang pernah dianggap sebagai jalur energi vital Eropa itu, mengingat ledakan tersebut berdampak serius terhadap pasar energi global dan lingkungan ekologis.Wang menyampaikan komentar tersebut saat menanggapi laporan dan pernyataan terbaru yang mendukung jurnalis investigasi Amerika Serikat (AS) Seymour Hersh, yang mengungkapkan secara detail dugaan sabotase Nord Stream dengan keterlibatan AS dalam insiden ledakan pada akhir September tahun lalu itu.John Dugan, seorang jurnalis AS, dilaporkan menerima surat anonim dari militer AS yang menyebutkan bahwa selama Baltops 2022, latihan militer NATO yang diadakan di Denmark pada Juni tahun lalu, para penyelam laut dalam AS "menghilang di dalam air selama lebih dari enam jam" dengan membawa sebuah kotak.Profesor Jeffrey Sachs dari Universitas Columbia juga mengatakan bahwa AS "pada dasarnya adalah satu-satunya negara yang memiliki motif, sarana" untuk memusnahkan Nord Stream. Mantan penasihat Kementerian Pertahanan Prancis Alain Corvez mengatakan bahwa dari perspektif politik dan ekonomi, AS adalah penikmat keuntungan utama dari insiden tersebut."Setelah pengungkapan ini, pemerintah dan media AS secara misterius tak bersuara dan negara-negara yang berkepentingan di Eropa tampaknya cukup bimbang tentang bagaimana mereka akan bereaksi," kata Wang.Berbagai pertanda yang tidak biasa ini memberi masyarakat lebih banyak alasan untuk percaya bahwa kebenaran di balik ledakan Nord Stream lebih kompleks dari apa yang dapat mereka bayangkan, imbuh Wang."Mengingat betapa seriusnya tindakan sabotase terhadap infrastruktur transnasional yang krusial dan konsekuensi berat yang ditimbulkannya, masyarakat internasional berhak untuk menuntut dilakukannya penyelidikan menyeluruh terkait hal ini," katanya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Makin panas dengan AS, militer Iran integrasikan 1.000 ‘drone’ tempur
Indonesia
•
30 Jan 2026

Houthi Yaman umumkan “blokade” Pelabuhan Haifa di Israel
Indonesia
•
20 May 2025

Kemenlu China: Asia-Pasifik bukan medan tempur untuk persaingan geopolitik
Indonesia
•
12 Jan 2023

Boikot Saudi rugikan Turki 20 miliar dolar AS
Indonesia
•
21 Oct 2020


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
