
Rusia coba kumpulkan puing-puing ‘drone’ AS dari Laut Hitam

Sejumlah orang berjalan di dekat gedung Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow pada 28 Maret 2022. (Xinhua/Bai Xueqi)
Drone pengintai MQ-9 AS mendekati perbatasan negara Rusia, dan pesawat nirawak itu jatuh ke Laut Hitam setelah melakukan manuver tajam.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Rusia akan mencoba untuk mengumpulkan puing-puing pesawat nirawak (drone) pengintai milik Amerika Serikat (AS) yang jatuh ke Laut Hitam pada Selasa (14/3), demikian disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev pada Rabu (15/3)."Saya tidak tahu apakah kami akan bisa mendapatkan sisa-sisanya atau tidak, tetapi itu harus dilakukan dan kami akan melakukannya. Saya berharap, tentu saja, upaya ini akan berhasil," kata Patrushev kepada sebuah program televisi Rusia.Rusia memiliki kemungkinan teknis untuk menemukan dan mempelajari puing-puing drone pengintai MQ-9 AS tersebut, kata Direktur Dinas Intelijen Asing Rusia Sergei Naryshkin dalam program itu.AS melakukan kegiatan intelijen di Laut Hitam "dengan sangat aktif, menggunakan segala sarana" dan Rusia mengetahui tujuan AS secara detail, kata Naryshkin.Hubungan Rusia-AS berada pada "titik terendah mereka, dalam keadaan yang sangat menyedihkan," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Rabu, mengomentari insiden drone itu.Presiden Rusia Vladimir Putin telah menerima informasi terkait situasi tersebut, dan tidak ada kontak tingkat tinggi antara Moskow-Washington mengenai insiden itu, kata Peskov dalam sebuah konferensi pers harian.Duta Besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov pada Selasa menyebut insiden itu sebagai "provokasi", menekankan bahwa "kita harus sangat berhati-hati dalam tindakan kita mengingat peristiwa yang terjadi di Eropa Timur."Menurut Kementerian Pertahanan Rusia pada hari yang sama, jet tempur Rusia dikerahkan untuk mengidentifikasi drone MQ-9 milik AS yang mendekati perbatasan negara Rusia, dan pesawat nirawak itu jatuh ke Laut Hitam setelah melakukan manuver tajam.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

The Hill: Hak kepemilikan senjata api di AS adalah cengkeraman kematian
Indonesia
•
08 May 2023

COVID-19 – AstraZeneca berkomitmen sediakan vaksin untuk Asia Tenggara
Indonesia
•
29 Jun 2021

Haji1442 – Arab Saudi umumkan 60.000 nama jamaah dari 540.000 pendaftar
Indonesia
•
25 Jun 2021

Irak umumkan penarikan penuh pasukan koalisi pimpinan AS dari wilayah federal
Indonesia
•
19 Jan 2026


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
