Banner

India akan hadapi kondisi cuaca panas pada April-Juni 2024

Orang-orang yang berlumuran bubuk berwarna ambil bagian dalam perayaan festival Rang Panchami di Indore, Negara Bagian Madhya Pradesh, India, pada 30 Maret 2024. (Xinhua/Str)

Departemen Meteorologi India (India Meteorological Department/IMD) mengatakan negara di Asia Selatan itu akan menghadapi cuaca panas ekstrem dari April hingga Juni.

 

New Delhi, India (Xinhua) – Departemen Meteorologi India (India Meteorological Department/IMD) pada Senin (1/4) mengatakan negara di Asia Selatan itu akan menghadapi cuaca panas ekstrem dari April hingga Juni.

Banner

“Selama musim cuaca panas pada April hingga Juni, gelombang panas di atas normal selama berhari-hari kemungkinan besar akan terjadi di sebagian besar wilayah semenanjung selatan, India tengah, India timur, dan dataran di India barat laut,” kata IMD.

Departemen Meteorologi India
Seorang pria menunjukkan ikan yang berhasil ditangkap saat berpartisipasi dalam sebuah kegiatan menangkap ikan bersama di Distrik Nagaon, Negara Bagian Assam, India timur laut, pada 14 Januari 2024. (Xinhua/Str)

IMD mengatakan bahwa selama gelombang panas, peningkatan suhu akan menimbulkan risiko yang signifikan, terutama bagi populasi rentan seperti orang lanjut usia, anak-anak, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu, yang lebih rentan terhadap penyakit terkait panas seperti kelelahan akibat panas dan sengatan panas (heatstroke).

“Selain itu, periode panas ekstrem yang berkepanjangan berpotensi mengakibatkan dehidrasi dan membebani infrastruktur seperti jaringan listrik dan sistem transportasi,” ujar badan cuaca tersebut.

Banner

IMD mendesak otoritas untuk mengambil langkah proaktif guna mengurangi dampaknya.

“Demi mengatasi tantangan-tantangan ini, sangat penting bagi otoritas untuk mengambil langkah proaktif. Ini termasuk menyediakan akses ke pusat-pusat pendinginan, mengeluarkan peringatan panas, serta menerapkan strategi untuk mengurangi efek pulau panas perkotaan (urban heat island) di area-area yang terdampak,” papar IMD.

Laporan: Redaksi

Banner

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner
Banner

Iklan