
Departemen Kehakiman AS lakukan ‘penggeledahan terencana’ di rumah Biden

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjalan di South Lawn untuk menaiki Marine One di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 8 Juli 2022. (Xinhua/Ting Shen)
Departemen Kehakiman Amerika Serikat melakukan penggeledahan di rumah Joe Biden di Wilmington, Delaware, pada 20 Januari setelah sejumlah dokumen berlabel rahasia juga ditemukan di Biden Penn Center di Washington D.C. pada November 2022.
Washington, AS (Xinhua) – Departemen Kehakiman (Department of Justice/DOJ) Amerika Serikat (AS) melakukan ‘penggeledahan terencana’ di rumah Presiden AS Joe Biden di Rehoboth Beach, Delaware, pada Rabu (1/2)."Hari ini, dengan dukungan penuh dan kerja sama Presiden, DOJ melakukan penggeledahan terencana di rumah Presiden di Rehoboth, Delaware," kata pengacara pribadi Biden, Bob Bauer, dalam pernyataan yang didapatkan oleh sejumlah outlet media AS."Sesuai prosedur standar DOJ, demi kepentingan keamanan dan integritas operasional, DOJ berusaha melakukan tugas ini tanpa memberi tahu publik terlebih dahulu, dan kami setuju untuk bekerja sama," tulis Bauer."Penggeledahan hari ini merupakan langkah selanjutnya dalam proses DOJ yang menyeluruh dan tepat waktu yang akan terus kami dukung dan fasilitasi sepenuhnya," sambung pengacara itu. "Kami akan mendapatkan informasi lebih lanjut di akhir penggeladahan hari ini."DOJ melakukan penggeledahan di rumah Biden di Wilmington, Delaware, pada 20 Januari setelah sejumlah dokumen berlabel rahasia juga ditemukan di Biden Penn Center di Washington D.C. pada November 2022.Penasihat khusus DOJ secara terpisah menyelidiki penanganan dokumen-dokumen rahasia oleh Biden dan mantan Presiden AS Donald Trump.Mantan Wakil Presiden AS Mike Pence menuturkan kepada Kongres pada pekan lalu bahwa dokumen-dokumen rahasia ditemukan di rumahnya di Indiana.Administrasi Arsip dan Catatan Nasional AS baru-baru ini meminta para mantan presiden dan wakil presiden AS "melakukan asesmen" untuk memastikan apakah mereka memiliki dokumen rahasia apa pun.Menurut Undang-Undang Catatan Kepresidenan (Presidential Records Act), seluruh catatan presiden dan wakil presiden AS, termasuk dokumen rahasia apa pun, harus dikembalikan ke administrasi arsip nasional AS di akhir masa jabatan mereka.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia gagalkan serangan ‘drone’ di Moskow
Indonesia
•
12 Aug 2023

Arab Saudi dokumentasikan hadits autentik, hindari penyalahgunaan
Indonesia
•
04 Mar 2022

Utusan China: Memasok senjata tidak akan membawa perdamaian ke Ukraina
Indonesia
•
09 Sep 2022

Israel lanjutkan serangan udara di pinggiran Beirut, Hizbullah bersumpah akan berjuang sampai menang
Indonesia
•
08 Nov 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
