
Sekjen PBB sebut pencegahan adalah cara paling efektif untuk akhiri terorisme

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berpidato dalam konferensi tingkat tinggi PBB untuk para kepala badan antiterorisme dari negara-negara anggota di markas besar PBB di New York pada 19 Juni 2023. (Xinhua/UN Photo/Manuel Elías)
Ancaman terorisme global dapat diakhiri dengan upaya pencegahan yang berarti mengatasi kondisi mendasar yang dapat mengarah pada terorisme, seperti kemiskinan, diskriminasi, ketidakpuasan, infrastruktur dan institusi yang lemah, serta pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia (HAM).
PBB (Xinhua) – Masyarakat internasional harus fokus pada pencegahan sebagai pendekatan paling efektif untuk mengakhiri ancaman terorisme global, kata Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (19/6)."Pencegahan berarti lebih dari sekadar menggagalkan serangan dan menginterupsi rencana," katanya dalam konferensi tingkat tinggi PBB untuk para kepala badan antiterorisme dari negara-negara anggota.Itu berarti mengatasi kondisi mendasar yang dapat mengarah pada terorisme, seperti kemiskinan, diskriminasi, ketidakpuasan, infrastruktur dan institusi yang lemah, serta pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia (HAM), kata Guterres.Pencegahan juga berarti inklusi dan "menempatkan HAM dan supremasi hukum sebagai inti dari semua yang kita lakukan," imbuhnya.Sekjen PBB tersebut juga menguraikan area-area fokus lainnya untuk meningkatkan upaya antiterorisme, termasuk kurangnya dana.PBB menghadapi krisis pendanaan yang semakin memburuk, dengan adanya kasus di mana biaya keanggotaan PBB berdasarkan penilaian (assessed contributions) tidak dibayarkan, katanya. "Kekurangan ini akan memiliki implikasi serius, baik bagi upaya penjagaan perdamaian kami maupun bagi Kantor Penanggulangan Terorisme PBB."Dia meminta semua negara anggota untuk memenuhi komitmen pendanaan mereka dan memastikan bahwa "kami memiliki sumber daya untuk membantu menghadapi tantangan bersama ini."Terorisme memengaruhi setiap kawasan, dan berkembang dalam krisis kompleks yang melanda dunia, tutur Guterres."Saat berbicara soal memerangi terorisme, kita harus berdiri sebagai satu kesatuan untuk melawan ancaman global ini," katanya. "Atas nama semua orang yang telah menderita dan masih terus menderita, dan atas nama semua korban dan para penyintas, mari tingkatkan upaya kita untuk menciptakan masa depan tanpa terorisme."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pengurus Masjidil Haram kurangi pemakaian air kamar mandi 65 persen
Indonesia
•
09 Dec 2019

Israel akan cabut "situasi khusus" di wilayah selatan untuk kali pertama sejak Oktober 2023
Indonesia
•
01 Nov 2025

Terima presiden Palestina, Norwegia tegaskan kembali komitmen terhadap solusi dua negara
Indonesia
•
13 Feb 2026

Tokoh Muslim dunia serukan toleransi agama saat pembukaan Islamic Center di Prancis
Indonesia
•
27 Sep 2019


Berita Terbaru

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026

AS makin terjepit dalam perang dengan Iran, Trump ancam NATO jika tak bantu di Hormuz
Indonesia
•
17 Mar 2026

Trump ketar-ketir, minta 7 negara untuk kawal kapal lintasi Selat Hormuz
Indonesia
•
17 Mar 2026
