
Kepala penjaga perdamaian PBB sebut pasukan UNIFIL akan tetap berada di pos mereka di Lebanon

Personel penjaga perdamaian dari Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) berpatroli di Marjeyoun, Lebanon, pada 6 Agustus 2024. (Xinhua/Ali Hashisho)
Dengan latar belakang konflik yang sedang terjadi di sepanjang Garis Biru, para anggota Dewan Keamanan menyatakan kekhawatiran besar mereka setelah beberapa pos UNIFIL diserang dalam beberapa hari terakhir.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon akan tetap berada di semua pos mereka meski otoritas Israel mengeluarkan seruan untuk mengosongkan pos-pos yang berada di sekitar Garis Biru antara Lebanon dan Israel, ungkap kepala pasukan penjaga perdamaian PBB pada Senin (14/10)."Keputusan telah dibuat bahwa Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UN Interim Force in Lebanon/UNIFIL) saat ini akan tetap berada di semua pos mereka meski Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengeluarkan seruan untuk mengosongkan pos-pos yang berada di sekitar Garis Biru," kata Jean-Pierre Lacroix, selaku under-secretary-general PBB untuk operasi perdamaian, usai menyampaikan penjelasan kepada Dewan Keamanan PBB terkait situasi di Lebanon."Saya ingin menekankan bahwa keputusan ini masih berlaku," ujarnya, seraya menambahkan bahwa keputusan tersebut telah dikonfirmasi sebelumnya pada Senin yang sama oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dan telah dipertimbangkan secara saksama berdasarkan "sejumlah elemen dan kriteria.""Tentu saja, keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian merupakan prioritas utama," sebut Lacroix.Sementara itu, Dewan Keamanan PBB pada Senin itu menyatakan kekhawatiran besarnya terkait konflik yang sedang terjadi di Garis Biru."Dengan latar belakang konflik yang sedang terjadi di sepanjang Garis Biru, para anggota Dewan Keamanan menyatakan kekhawatiran besar mereka setelah beberapa pos UNIFIL diserang dalam beberapa hari terakhir," ungkap Pascale Baeriswyl, yang menjabat presiden Dewan Keamanan PBB untuk Oktober sekaligus perwakilan tetap Swiss di PBB."Beberapa personel pasukan penjaga perdamaian terluka," kata Baeriswyl dalam sebuah pernyataan usai pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB.Para anggota Dewan Keamanan mendesak semua pihak agar menghormati keselamatan dan keamanan personel UNIFIL serta tempat-tempat PBB, menegaskan kembali dukungan mereka terhadap UNIFIL, dan menggarisbawahi peran misi tersebut dalam mendukung stabilitas regional, ujar Baeriswyl.Baeriswyl mengatakan bahwa para anggota dewan menyatakan kekhawatiran mendalam atas jatuhnya korban sipil dan penderitaan mereka, hancurnya infrastruktur sipil, serta meningkatnya jumlah pengungsi internal.Dewan Keamanan PBB meminta semua pihak agar mematuhi hukum humaniter internasional, menyerukan implementasi penuh resolusi Dewan Keamanan 1701, dan menekankan perlunya "upaya diplomatik yang secara langgeng akan mengakhiri" konflik serta memungkinkan warga sipil di kedua sisi Garis Biru untuk kembali dengan selamat ke rumah mereka, lanjut Baeriswyl.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Partai Republik calonkan Steve Scalise jadi ketua DPR AS di tengah perpecahan signifikan
Indonesia
•
12 Oct 2023

Parlemen Israel sahkan UU yang melarang UNRWA beroperasi di Israel
Indonesia
•
29 Oct 2024

China tegas dukung upaya rakyat Palestina pulihkan hak-hak nasional sah mereka
Indonesia
•
23 May 2024

COVID-19 – Arab Saudi segera longgarkan pembatasan
Indonesia
•
15 Oct 2021


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
