
Tim ilmuwan AS gunakan data satelit untuk evaluasi pemulihan hutan pascakarhutla

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berkobar terlihat di sebuah bukit di Castaic, Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 22 Januari 2025. (Xinhua/Qiu Chen)
Data satelit dapat digunakan untuk menilai bagaimana hutan dapat pulih dari kebakaran hutan dan lahan, yang berpotensi mengubah praktik pengelolaan lahan dan kebakaran.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Para ilmuwan di National Science Foundation National Center for Atmospheric Research (NSF NCAR) Amerika Serikat (AS) telah mengembangkan sebuah metode yang hemat biaya dengan menggunakan data satelit untuk menilai bagaimana hutan dapat pulih dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang berpotensi mengubah praktik pengelolaan lahan dan kebakaran, demikian menurut sebuah rilis dari NSF NCAR pada Senin (7/7).Studi ilmiah tersebut menggabungkan citra dari dua satelit NASA dengan data klasifikasi lahan khusus dari Survei Geologi AS. Pendekatan ini memungkinkan para ilmuwan dapat mengevaluasi persentase pemulihan hutan dan membandingkan kecepatan regenerasi di berbagai kategori perlindungan lahan.Biasanya, pemulihan area yang terbakar dievaluasi melalui survei lapangan yang membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Metode penginderaan jauh baru ini menawarkan alternatif yang lebih cepat dan lebih ekonomis, ungkap penelitian tersebut."Kami telah mengembangkan kerangka kerja sederhana yang dapat memberikan kemampuan kepada para pengelola lahan dan kebakaran untuk melihat dengan mudah upaya apa saja yang dapat membuat perbedaan dalam pemulihan hutan pascakebakaran," ujar Shima Shams, ilmuwan NSF NCAR sekaligus peneliti utama dalam studi itu. "Metode ini merupakan cara yang cepat dan hemat biaya untuk membantu mereka mengetahui di mana mereka harus memfokuskan dana guna mendapatkan manfaat yang maksimal."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Harimau yang terancam punah lahir kembar tiga di China timur
Indonesia
•
19 Jan 2024

Harga LPG nonsubsidi naik berlipat, gas metana dalam CubiTan bisa jadi solusi
Indonesia
•
20 Apr 2026

COVID-19 - Uji vaksin Rusia aman dan diterima tubuh
Indonesia
•
16 Jul 2020

Peneliti China temukan target terapi untuk kanker payudara tripel negatif
Indonesia
•
13 Nov 2022


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
