
AS akan uji mesin nuklir untuk misi Mars di masa depan

Konsep seniman untuk pesawat luar angkasa Demonstration Rocket for Agile Cislunar Operations, yang akan mendemonstrasikan mesin roket termal nuklir. (Sumber: Defense Advanced Research Projects Agency AS)
Mesin roket termal nuklir memungkinkan waktu transit yang lebih cepat, sehingga mengurangi risiko bagi para astronaut dalam misi berawak ke Mars yang membutuhkan lebih banyak persediaan dan sistem yang lebih kuat.
Los Angeles, AS (Xinhua) – NASA dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) Amerika Serikat (AS) pada Selasa (24/1) mengumumkan kolaborasi untuk mendemonstrasikan mesin roket termal nuklir di luar angkasa, langkah kunci untuk mengirim misi berawak pertama ke Mars.NASA dan DARPA akan bermitra dalam program Demonstration Rocket for Agile Cislunar Operations (DRACO).Menggunakan roket termal nuklir memungkinkan waktu transit yang lebih cepat, sehingga mengurangi risiko bagi para astronaut, menurut NASA.Memangkas waktu transit menjadi komponen kunci untuk misi manusia ke Mars, karena perjalanan yang lebih lama membutuhkan lebih banyak persediaan dan sistem yang lebih kuat."NASA akan bekerja sama dengan mitra jangka panjang kami, DARPA, untuk mengembangkan dan mendemonstrasikan teknologi propulsi termal nuklir paling cepat pada 2027. Dengan bantuan teknologi baru ini, para astronaut dapat melakukan perjalanan ke dan dari luar angkasa lebih cepat dari sebelumnya, sebuah kemampuan utama untuk mempersiapkan misi berawak ke Mars," papar Administrator NASA Bill Nelson.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penelitian baru tunjukkan unggas mulai berevolusi jauh sebelum punahnya dinosaurus
Indonesia
•
21 Feb 2024

Para ilmuwan temukan gletser paling tebal di Dataran Tinggi Qinghai-Xizang
Indonesia
•
01 Oct 2024

COVID-19 – Rusia uji vaksin Sputnik V untuk remaja 14-18 tahun
Indonesia
•
19 Feb 2021

Ekskavasi terbaru situs manusia kera Yuanmou dimulai di China barat daya
Indonesia
•
24 Jul 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
