
COVID-19 – Hampir 14,8 juta anak di AS terinfeksi

Seorang anak perempuan diukur suhu tubuhnya di lokasi vaksinasi COVID-19 di Times Square, New York City, Amerika Serikat, pada 22 Juni 2022. (Xinhua/Michael Nagle)
Kasus infeksi COVID-19 pada anak di AS mencapai hampir 14,8 juta sejak awal pandemik, termasuk sekitar 6,9 juta kasus yang dilaporkan tercatat pada 2022 dan hampir 238.000 kasus dilaporkan selama empat pekan terakhir.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Hampir 14,8 juta anak di Amerika Serikat (AS) teruji positif COVID-19 sejak awal pandemik, menurut laporan terbaru oleh Akademi Pediatri Amerika (American Academy of Pediatrics/AAP) dan Asosiasi Rumah Sakit Anak (Children's Hospital Association).Hampir 238.000 kasus COVID-19 pada anak dilaporkan selama empat pekan terakhir. Sekitar 6,9 juta kasus yang dilaporkan tercatat pada 2022, menurut laporan itu.Untuk pekan yang berakhir 29 September, sebanyak 39.200 kasus COVID-19 pada anak dilaporkan, dan kasus COVID-19 pada anak menyumbang 15,2 persen dari semua kasus COVID-19 yang dilaporkan di AS.Tetapi jumlah kasus yang dilaporkan kemungkinan merupakan "jumlah yang lebih kecil secara substansial" dari total kasus COVID-19, menurut laporan itu.Terdapat kebutuhan untuk mengumpulkan lebih banyak data spesifik dari segi usia untuk menilai tingkat keparahan penyakit yang berkaitan dengan varian-varian baru serta potensi dampak jangka panjangnya, kata AAP."Penting untuk mengetahui apakah ada dampak langsung dari pandemi terhadap kesehatan anak-anak, namun yang terpenting adalah kita perlu mengidentifikasi dan mengatasi dampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial dari generasi anak-anak dan remaja ini," kata AAP.Vaksin khusus OmicronBulan lalu, Amerika Serikat menyetujui sejumlah vaksin khusus Omicron, namun bagi mereka yang familier dengan taktik bisnis industri farmasi, kabar tersebut justru membangkitkan kegeraman dan memunculkan sejumlah kekhawatiran yang belum terjawab, menurut laporan Kaiser Health News.Vaksin-vaksin yang telah diperbarui itu dengan mudah memenuhi persyaratan "aman dan efektif" untuk persetujuan pemerintah, sebut laporan yang diterbitkan pada 12 September lalu tersebut."Namun pada kenyataannya, apakah, dan bagaimana, vaksin khusus Omicron itu secara signifikan lebih protektif jika dibandingkan dengan vaksin COVID versi pertama yang sudah banyak dipakai?" tanya laporan itu."Mengingat pemerintah federal telah membeli vaksin-vaksin baru ini, dan banyak dosis vaksin versi pertama yang sudah dibeli kemungkinan tidak akan pernah sampai ke tangan pembayar pajak, apakah harga 3,2 miliar dolar AS sepadan dengan manfaat yang tidak jelas? Terutama ketika dana ini harus ditarik dari upaya penanganan COVID lainnya, seperti pengujian dan perawatan," lanjut laporan itu.*1 dolar AS = 14.861 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Partisipasi perempuan Saudi di sektor ekonomi mencapai 33,2 persen
Indonesia
•
07 Dec 2021

COVID-19 – Uji vaksin Rusia berhasil, imunisasi sedang berjalan
Indonesia
•
11 Sep 2020

FAO peringatkan konflik Ukraina berdampak besar pada ketahanan pangan
Indonesia
•
17 Mar 2022

PBB: 1,5 juta warga Turkiye kehilangan tempat tinggal akibat gempa
Indonesia
•
22 Feb 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
