
COVID-19 – New York di AS longgarkan aturan pengendalian untuk sekolah level TK-SMA

Para siswa dipulangkan pada hari pertama sekolah di PS 133 di kawasan Brooklyn, New York, Amerika Serikat, pada 13 September 2021. (Xinhua/Michael Nagle)
Baik para siswa maupun staf tidak perlu menjalani karantina setelah berinteraksi dengan seseorang yang terjangkit COVID-19, tetapi disarankan untuk mengenakan masker yang sepenuhnya menutup hidung dan mulut serta menjalani tes.
Jakarta (Indonesia Window) – Negara Bagian New York di Amerika Serikat (AS) pada Senin (22/8) mengumumkan pencabutan sejumlah aturan pengendalian COVID-19 bagi para siswa dari taman kanak-kanak (TK) hingga kelas 12 di sekolah menengah atas (SMA) pada tahun ajaran baru yang akan datang.Pedoman baru ini akan menyelaraskan aturan pengendalian COVID-19 di negara bagian tersebut dengan pedoman terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS."Berita besarnya adalah tidak ada lagi karantina, tidak ada lagi praktik test-to-stay, dan hari-hari memulangkan seluruh kelas ke rumah karena satu orang menunjukkan gejala atau teruji positif, hari-hari itu sudah berakhir," kata Gubernur Negara Bagian New York Kathy Hochul.Baik para siswa maupun staf tidak perlu menjalani karantina setelah berinteraksi dengan seseorang yang terjangkit COVID-19, tetapi disarankan untuk mengenakan masker yang sepenuhnya menutup hidung dan mulut serta menjalani tes, menurut otoritas Negara Bagian New York.Meski demikian, "para siswa dan staf yang mengalami gejala infeksi pernapasan atau pencernaan, seperti batuk, demam, nyeri tenggorokan, muntah, atau diare, harus dipulangkan atau diarahkan untuk tetap di rumah," menurut pernyataan yang dirilis oleh Departemen Kesehatan Negara Bagian New York mengenai pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul terkait hal ini.Mengikuti langkah Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Negara Bagian New York juga tidak lagi merekomendasikan pengujian skrining, yang berarti pengujian acak bagi orang-orang yang tidak mengalami gejala.Namun, masing-masing sekolah masih dapat meminta agar pengujian skrining dilakukan dalam aktivitas yang berisiko tinggi.Pemerintah juga akan terus mendistribusikan alat tes kepada para siswa selain upaya untuk mendorong dilakukannya vaksinasi pada anak-anak usia sekolah.Negara Bagian New York saat ini mencatat 16,64 kasus di antara setiap 100.000 orang dengan proporsi tes COVID-19 dengan hasil positif sebesar 7,74 persen, menurut data yang dirilis pada Senin.Sumber: XinhuaLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Krisis pasokan listrik perparah penderitaan warga Gaza di musim panas
Indonesia
•
26 Jul 2023

Panda betina berusia 23 tahun mati di pusat penelitian dan penangkaran Chengdu
Indonesia
•
06 Sep 2023

Presiden Xi dorong pakar asing berkontribusi dalam peningkatan pertukaran China dan negara lain
Indonesia
•
28 Aug 2022

UNICEF: 84 persen rumah tangga Lebanon tak mampu penuhi kebutuhan dasar
Indonesia
•
25 Aug 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
