
Feature – Kisah guru Palestina sukarela mengajar anak-anak pengungsi di Gaza

Sejumlah anak perempuan Palestina terlihat usai mengikuti kegiatan pembelajaran di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 20 Januari 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Serangan Israel memaksa banyak anak-anak di Jalur Gaza meninggalkan rumah dan sekolah mereka, serta mengalami stres karena harus melalui situasi mengerikan akibat operasi militer yang terus menerus di kampung halaman mereka.
Gaza, Palestina (Xinhua) – Setelah serangan Israel memaksa banyak anak-anak di Jalur Gaza meninggalkan rumah dan sekolah mereka, Intisar al-Arabid, seorang guru asal Palestina yang tinggal di Gaza, meluncurkan inisiatifnya untuk mengajar para murid pengungsi di tempat penampungannya yang terletak di sebelah selatan Kota Rafah."Karena tidak bisa bersekolah, para murid mengalami stres karena harus melalui situasi mengerikan akibat operasi militer yang sedang berlangsung di Gaza," kata guru matematika berusia 45 tahun itu."Akibat kurangnya rasa aman, beberapa anak mulai berperilaku negatif seperti kekerasan, terutama mereka yang tinggal di kamp pengungsian," ujarnya.
Intisar al-Arabid (kiri) sedang mengajar di sebuah ruang kelas di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 20 Januari 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Sejumlah anak perempuan Palestina mengikuti kegiatan pembelajaran di sebuah ruang kelas di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 20 Januari 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Seorang anak perempuan berjalan melewati sejumlah bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 18 Januari 2024.(Xinhua/Abdul Rahman Salama)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Tukang kayu Palestina ini buatkan sandal kayu untuk anak-anak pengungsi di Gaza
Indonesia
•
21 Sep 2024

COP15 setujui Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
Indonesia
•
20 Dec 2022

Aksi mogok picu penghentian total lalu lintas udara di Jerman
Indonesia
•
18 Feb 2023

Arab Saudi daur ulang kain ihram haji untuk jaga lingkungan
Indonesia
•
09 Aug 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
