
COVID-19 – Badan medis tertinggi Australia tolak pencabutan masa isolasi wajib

Tanda peringatan untuk menjaga jarak sosial terkait COVID-19 terlihat di luar sebuah bank di Sydney, Australia, pada 19 September 2020. (Xinhua/Hu Jingchen)
Pencabutan masa isolasi wajib bagi pasien COVID-19 yang mulai berlaku pada 14 Oktober 2022 mendapat penolakan dari Badan medis tertinggi Australia, dengan masing-masing yurisdiksi menerapkan perubahan tersebut melalui undang-undang kesehatan masyarakat terkait.
Canberra, Australia (Xinhua) – Badan medis tertinggi Australia telah menolak keputusan untuk mencabut masa isolasi wajib bagi mereka yang terinfeksi COVID-19.Asosiasi Medis Australia (Australian Medical Association/AMA) pada Jumat (7/10) mengatakan "terlalu dini" untuk mengambil langkah tersebut, seraya memperingatkan bahwa hal itu akan memicu gelombang baru infeksi virus corona.Pada akhir September lalu, para pemimpin federal, negara bagian, dan teritori sepakat untuk mencabut persyaratan isolasi wajib untuk COVID-19, yang akan mulai berlaku pada 14 Oktober, dengan masing-masing yurisdiksi menerapkan perubahan tersebut melalui undang-undang kesehatan masyarakat terkait.Mengomentari keputusan pencabutan masa isolasi wajib tersebut, Presiden AMA Steve Robson mengatakan dirinya "sangat khawatir" dengan munculnya gelombang baru."Semua indikasi menunjukkan bahwa kita berpotensi mengalami gelombang baru COVID," katanya kepada Australian Associated Press."Kita sedang keluar dari salah satu gelombang terbesar COVID dan itu sangat membebani tenaga kerja rumah sakit serta menyebabkan keruwetan dan tumpukan pekerjaan yang sangat besar di rumah sakit yang saat ini harus ditangani."Jika kita mengalami gelombang baru selama musim liburan, maka itu akan menjadi kabar buruk bagi negara karena kita tidak dapat mengatasi tumpukan pekerjaan tersebut."Departemen Kesehatan Australia pada Jumat mengumumkan pembaruan tentang tren pekanan COVID-19 nasional saat ini."Selama sepekan terakhir, 36.242 kasus COVID-19 dilaporkan di seluruh Australia, rata-rata 5.177 kasus per hari," kata departemen tersebut di situs jejaringnya.Jumlah kasus rawat inap rata-rata tujuh hari tercatat 1.548 kasus.
Sejumlah orang mengantre di sebuah pusat vaksinasi COVID-19 di Sydney, Australia, pada 16 Agustus 2021. (Xinhua/Hu Jingchen)
Musim flu parah
Padahal, musim flu parah di Australia tahun ini telah dilaporkan merupakan musim flu terparah dalam lima tahun, sehingga menarik perhatian Amerika Serikat (AS).Selain itu, penyakit mirip influenza juga tercatat lebih tinggi di Selandia Baru pada tahun ini dibandingkan dengan dua tahun terakhir, lapor CNN pada Selasa 6 September lalu.“Belahan Bumi Selatan mengalami musim flu yang sangat parah, dan hal itu berlangsung lebih awal,” ujar Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS (National Institutes of Allergy and Infectious Diseases) Anthony Fauci, seperti dilansir Bloomberg News. “Influenza, seperti yang kita semua alami selama bertahun-tahun, dapat menjadi penyakit yang serius, terutama ketika Anda mengalami musim yang parah.”Hal itu mengindikasikan bahwa AS dapat kembali dilanda flu sementara COVID-19 masih merebak pada tingkat yang lebih tinggi, menurut dokter terkemuka di negara tersebut. Pemodelan pemerintah baru-baru ini memperkirakan bahwa penyebaran COVID-19 akan memuncak kembali pada awal Desember.“Jika hal itu terjadi, maka ini akan menjadi musim dingin pertama di mana AS harus menghadapi dua virus pernapasan yang merebak bersamaan pada level tinggi, sesuatu yang telah diperingatkan oleh sejumlah ahli penyakit menular sejak awal pandemi,” papar CNN.Pemerintah AS akan meluncurkan kampanye pada musim gugur tahun ini untuk menyerukan kepada masyarakat agar mendapatkan suntikan flu dan membarui dosis penguat (booster) vaksin COVID-19 mereka di saat yang bersamaan, imbuh laporan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Obat termahal di dunia disetujui untuk obati hemofilia
Indonesia
•
25 Nov 2022

Populasi warga Korsel berusia 65 tahun ke atas lampaui 10 juta jiwa
Indonesia
•
12 Jul 2024

Tim UGM kembangkan alat deteksi dini ‘stunting’
Indonesia
•
25 Dec 2021

Operasional Southwest Airlines kacau saat ribuan penumpang terlantar di AS
Indonesia
•
29 Dec 2022


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
