COVID-19 – AS setujui dosis ‘booster’ vaksin yang diperbarui untuk anak 5-17 tahun

Foto yang diabadikan pada 11 Desember 2020 ini menunjukkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) Amerika Serikat (AS) di Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat. (Xinhua/Ting Shen)

FDA AS mengeluarkan izin untuk dosis booster vaksin Pfizer-BioNTech yang telah diperbarui untuk anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun, dan vaksin Moderna untuk anak-anak berusia 6 hingga 17 tahun.

 

Los Angeles, AS (Xinhua) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) Amerika Serikat (AS) pada Rabu (12/10) mengeluarkan izin untuk dosis penguat (booster) vaksin COVID-19 Moderna dan Pfizer-BioNTech yang telah diperbarui untuk anak-anak berusia minimal lima tahun.

Dosis booster yang telah diperbarui itu bertujuan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik dari COVID-19 yang disebabkan oleh varian Omicron, menurut FDA AS.

FDA AS mengeluarkan izin untuk dosis booster vaksin Pfizer-BioNTech yang telah diperbarui untuk anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun, dan vaksin Moderna untuk anak-anak berusia 6 hingga 17 tahun.

Dosis booster diberikan setidaknya dua bulan setelah seorang anak menyelesaikan rangkaian vaksin primer dengan dua dosis atau suntikan booster terbaru dengan vaksin generasi pertama.

Dosis booster baru Pfizer-BioNTech diizinkan untuk digunakan pada warga berusia 12 tahun ke atas pada September, sementara dosis booster vaksin Moderna sebelumnya diizinkan untuk disuntikkan pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.

Kematian akibat COVID

Para pakar penyakit memperkirakan bahwa COVID akan tetap berada di antara 10 penyebab teratas kematian di Amerika Serikat (AS) hingga beberapa waktu ke depan, demikian menurut sebuah laporan dari NBC News.

Setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan pandemik virus corona telah “berakhir” dalam sebuah wawancara pada 18 September lalu, banyak orang bertanya-tanya bagaimana mencocokkan komentarnya itu dengan fakta bahwa negara tersebut masih mencatatkan rata-rata sekitar 500 kematian akibat COVID setiap harinya, tulis laporan yang terbit pada 19 September tersebut.

Dikatakan oleh para pakar penyakit bahwa memperdebatkan apakah pandemik ini telah usai mengaburkan kekhawatiran yang lebih penting, yaitu kenyataan bahwa COVID akan tetap menjadi penyebab utama kematian di AS tanpa batas waktu, lanjut laporan itu.

Dosis booster vaksin Pfizer-BioNTech
Tenaga kesehatan mengambil sampel usap dari seorang pria di lokasi tes COVID-19 di Times Square, New York City, Amerika Serikat, pada 17 Mei 2022. (Xinhua/Wang Ying)

COVID merupakan penyebab utama kematian ketiga di AS pada 2020, setelah penyakit jantung dan kanker, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.

Menurut para ahli, COVID kemungkinan akan tetap berada di antara 10 penyebab utama kematian di AS di masa mendatang, terlepas dari vaksin, vaksin penguat (booster), ataupun perawatan baru yang mungkin akan tersedia, kata laporan itu.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan