COVID-19 – Ahli: Masker medis wajib dipakai hingga akhir musim semi

Masker medis wajib dipakai di tempat-tempat ramai sebagai tindakan pencegahan terhadap infeksi virus corona baru hingga akhir musim semi, atau sampai pertengahan Juni 2021, menurut ahli kesehatan. (Mika Baumeister on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Masker medis wajib dipakai di tempat-tempat ramai sebagai tindakan pencegahan terhadap infeksi virus corona baru hingga akhir musim semi, atau sampai pertengahan Juni 2021, kata Kepala Pusat Pengobatan Rusia, Yevgeny Timakov.

“Soal wajib pakai masker, sejujurnya saya lebih memilih untuk tidak terburu-buru membatalkannya sebelum akhir musim semi, karena kita masih memiliki banyak orang yang rentan terhadap infeksi virus corona,” jelasnya, dalam laporan Kantor Berita TASS.

Dia menjelaskan, kekebalan kawanan (herd immunity) belum berkembang, meskipun memang benar bahwa banyak daerah telah mengalami stabilisasi dan lebih dari 50 persen penduduk di sana memiliki kekebalan, misalnya, di Moskow atau beberapa tempat, di mana infeksi masif terjadi.

Timakov memperingatkan bahwa setelah musim dingin, kekebalan Rusia akan melemah, yang merupakan ‘fenomena tahunan normal’.

Selain itu, musim semi adalah saat gelombang musiman pada infeksi saluran pernapasan akut. Untuk alasan ini, bahkan dalam konteks stabilisasi epidemiologi, kelonggaran tindakan pencegahan adalah salah. Kemungkinan akan ada sedikit kenaikan tingkat COVID-19 di musim semi, menurut dia.

“Menjelang musim panas, ketika ada lebih banyak sinar matahari, di wilayah selatan pada awal Mei, dimungkinkan untuk melonggarkan beberapa pembatasan,” ujar Timakov.

“Di wilayah tengah Rusia, saya akan membatalkan wajib memakai masker pada awal Juni, namun mengingatkan mereka yang belum mengalami infeksi agar tetap pakai masker sebagai pencegahan agar tidak sakit. Khususnya saran saya ditujukan kepada mereka yang belum divaksinasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Udmurtiya Alexander Brechalov mengatakan bahwa pemakaian masker hanya akan menjadi rekomendasi mulai 12 Februari mendatang.

Sementara Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov membatalkan wajib pakai masker mulai Rabu (10/2).

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan