COVID-19 – Ahli: Imunitas alami penyintas berkontribusi tekan kasus infeksi

COVID-19 – Ahli: Imunitas alami penyintas berkontribusi tekan kasus infeksi
Ilustrasi. ( Fusion Medical Animation on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan, imunitas alami yang diperoleh para penyintas COVID-19 adalah sebuah keajaiban sebab berkontribusi besar pada penurunan laju kasus di Tanah Air.

“Orang yang terinfeksi di Indonesia sudah cukup banyak dan sudah punya imunitas dan ditambah vaksin, itu efektif,” kata Pandu Riono saat hadir secara virtual dalam acara Talkshow ANTARA, Kamis, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Pandu menegaskan, seorang penyintas COVID-19 yang kemudian memperoleh vaksin dipastikan memiliki kadar imun tubuh yang sangat tinggi.

“Kadang kita sebut sebagai super immunity karena kadar imunnya tinggi,” katanya.

Hasil survei di Jakarta pada Maret 2021 menunjukkan bahwa hampir separuh penduduk pernah terinfeksi SARS-Cov-2 yang didominasi kaum perempuan.

“Sebanyak 44 persen masyarakatnya sudah punya antibodi karena terinfeksi, sebab pada Maret vaksinasi masih sedikit,” jelas Pandu.

Menurut dia, kombinasi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), vaksinasi melawan COVID-19, dan imunitas alami para penyintas sangat membantu Indonesia menjadi negara dengan laju kasus infeksi yang rendah dibandingkan negara lain.

Pandu mengatakan strategi tersebut perlu terus dipertahankan saat Indonesia menghadapi ancaman gelombang ketiga COVID-19 yang diprediksi berlangsung pada awal tahun 2022.

Bahkan, imbuhnya, sejumlah negara tetangga seperti Australia dan Singapura mengadopsi strategi yang diterapkan di Indonesia.

“Tidak mungkin mereka bisa mencapai zero (nol) kasus, sebab ini penularan yang tidak sederhana, dan akhirnya mereka menyerah dan mengikuti kita secara tidak langsung,” katanya.

Pandu mengingatkan bahwa ancaman COVID-19 hingga saat ini masih ada, sehingga seluruh pihak diminta untuk mengerahkan upaya dalam mengantisipasi kasus di rumah sakit dan kasus meninggal dengan meningkatkan vaksinasi.

“Tingkatkan cakupan vaksinasi di daerah aglomerasi dan pada kelompok lansia (lanjut usia) dan komorbiditas,” ujarnya.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here