COVID-19 – Indonesia-Inggris sepekati kerja sama penanganan pandemik

COVID-19 – Indonesia-Inggris sepekati kerja sama penanganan pandemik
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (kiri) dan timpalannya dari Inggris, Dominic Raab, bertemu pada Rabu (14/10/2020) guna menyepakati kerja sama dalam penanganan COVID-19. (Kementerian Luar Negeri RI)

Jakarta (Indonesia Window) – Indonesia dan Inggris telah menyepakati kerja sama dalam penanganan COVID-19, kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kesepakatan tersebut ditegaskan pada pertemuan bilateral antara Menlu Retno dan timpalannya dari Inggris, Dominic Raab pada Rabu (14/10).

“Ini merupakan pertemuan in person pertama setelah kita bertemu secara virtual dalam pertemuan para Menlu ASEAN dan Menlu Inggris pada bulan September lalu,” ujar Menlu RI.

Dalam pertemuan bilateral itu, Indonesia dan Inggris sepakat untuk memperkuat kerja sama baik secara bilateral maupun dalam konteks multilateral, jelasnya.

Menlu Retno mengatakan Inggris  telah  menyampaikan komitmen untuk berkontribusi dalam dana tanggap COVID-19 ASEAN (ASEAN COVID-19 Response Fund) sebesar satu juta pound sterling.

Secara bilateral, Indonesia dan Inggris juga telah menandatangani nota kesepahaman mengenai Kemitraan Riset dan Inovasi pada bulan Agustus lalu, serta nota kesepahaman dan rencana aksi  mengenai  Anti-Microbial Resistance (AMR)pada Juni lalu.

Anti-Microbial Resistance atau resistensi antimikroba adalah ancaman dalam upaya pencegahan dan pengobatan yang efektif dari berbagai infeksi yang terus meningkat yang disebabkan oleh bakteri, parasit, virus, dan jamur.

Lebih lanjut menlu menjelaskan bahwa pada jalur multilateral, Indonesia dan Inggris memiliki komitmen yang sama untuk mendukung platform kerja  sama  multilateral seperti  WHO (Organisasi Kesehatan Dunia),  Gavi, dan  CEPI dalam kerangka COVAX Facilities, terutama terkait akses yang setara untuk vaksin COVID-19 yang aman dan terjangkau.

COVAX adalah pilar dari Access to COVID-19 Tools (ACT) Accelerator (pemercepat akses COVID-19) yang dipimpin bersama oleh Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), Gavi (Aliansi Vaksin), serta WHO yang bermitra dengan produsen vaksin negara maju dan berkembang.

“Semangat kerja sama penting untuk terus diperkuat di tengah tantangan besar yang dihadapi negara-negara di dunia, terutama di masa pandemik ini,” ujar Menlu Retno.

Sebagai sesama negara anggota Dewan Keamanan PBB, Indonesia dan Inggris sepakat untuk  terus mengarusutamakan multilateralisme, imbuhnya.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here