COVID-19 – 172 negara terlibat dalam inisiatif global vaksin

COVID-19 – 172 negara terlibat dalam inisiatif global vaksin
Ilustrasi. Sebanyak 172 negara terlibat dalam diskusi untuk berpartisipasi dalam COVAX, sebuah inisiatif global yang bertujuan bekerja sama dengan produsen vaksin guna memberikan akses yang adil kepada negara-negara di seluruh dunia untuk vaksin yang aman dan efektif, setelah dilisensikan dan disetujui. (CDC on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Sebanyak 172 negara terlibat dalam diskusi untuk berpartisipasi dalam COVAX, sebuah inisiatif global yang bertujuan bekerja sama dengan produsen vaksin guna memberikan akses yang adil kepada negara-negara di seluruh dunia untuk  vaksin yang aman dan efektif, setelah dilisensikan dan disetujui.

Pernyataan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan COVAX saat ini memiliki portofolio vaksin COVID-19 terbesar dan paling beragam di dunia, termasuk sembilan calon vaksin, dengan sembilan lainnya lagi sedang dievaluasi dan dibicarakan dengan para produsen.

COVAX adalah pilar dari Access to COVID-19 Tools (ACT) Accelerator (pemercepat akses COVID-19) yang dipimpin bersama oleh Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), Gavi (Aliansi Vaksin), serta WHO yang bermitra dengan produsen vaksin negara maju dan berkembang.

COVAX  adalah satu-satunya inisiatif global yang bekerja dengan pemerintah dan produsen untuk memastikan vaksin COVID-19 tersedia di seluruh dunia, baik bagi negara berpenghasilan tinggi maupun rendah.

Guna mengamankan dosis vaksin yang cukup untuk melindungi populasi yang paling rentan, seperti petugas kesehatan dan lansia, langkah selanjutnya dari kemitraan ini adalah memastikan pembiayaan swadaya dari para peserta untuk berpartisipasi sebelum 31 Agustus.

Selanjutnya, partisipasi tersebut diharapkan menjadi komitmen yang mengikat untuk bergabung dengan Fasilitas Akses Global Vaksin COVID-19 (Fasilitas COVAX) selambat-lambatnya pada 18 September, dengan pembayaran pertama di muka dan setelahnya paling lambat 9 Oktober 2020.

“Akses yang sama ke vaksin COVID-19 adalah kunci untuk melawan virus dan membuka jalan bagi pemulihan pandemik,” kata Perdana Menteri Swedia Stefan Löfven,

“Hal ini tidak bisa menjadi perlombaan dengan beberapa pemenang, dan Fasilitas COVAX adalah bagian penting dari solusi, memastikan semua negara mendapatkan keuntungan dari akses ke portofolio kandidat terbesar di dunia dan distribusi dosis vaksin yang adil dan merata,” imbuhnya.

Fasilitas COVAX adalah mekanisme pengadaan gabungan yang terkoordinasi oleh Gavi untuk vaksin COVID-19 baru, di mana COVAX akan memastikan akses yang adil dan merata ke produk tersebut bagi setiap negara yang berpartisipasi, menggunakan kerangka kerja alokasi yang saat ini sedang dirumuskan oleh WHO.

Fasilitas COVAX akan melakukan tujuan tersebut dengan menggabungkan daya beli dari negara-negara yang berpartisipasi dan memberikan jaminan volume pada berbagai kandidat vaksin yang menjanjikan.

Dengan demikian produsen dapat memproduksi vaksin dalam skala besar dengan melakukan investasi awal yang berisiko dalam kapasitas produksi, sehingga menjamin negara perserta peluang terbaik untuk memperoleh dosis vaksin COVID-19 yang diinginkan.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here