COVID-19 – Kematian meningkat di negara-negara Arab

COVID-19 – Kematian meningkat di negara-negara Arab
Ilustrasi. Kasus terkonfirmasi COVID-19 dan kematian akibat virus corona di beberapa negara Arab dilaporkan meningkat pada Senin (15/9/2020). (Prasesh Shiwakoti on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Kasus terkonfirmasi COVID-19 dan kematian akibat virus corona di beberapa negara Arab dilaporkan meningkat pada Senin (15/9), menurut Kantor Berita Anadolu yang dikutip di Jakarta, Selasa.

Kementerian Kesehatan Maroko melaporkan setidaknya 36 kematian akibat COVID-19, menjadikan kasus kematian negara itu menjadi 1.614 jiwa.

Sebanyak 1.517 kasus baru juga dilaporkan di Maroko, menambah total jumlah terkonfirmasi menjadi 88.203.

Sementara itu, 68.970 orang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona.

Di Aljazair, ada delapan kematian dan 242 kasus infeksi baru tercatat selama 24 jam terakhir, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan setempat.

Korban meninggal selama pandemik di negara itu mencapai 1.620, dan jumlah kasus terkonfirmasi naik menjadi 48.496, sementara 34.204 orang dinyatakan pulih.

Di Lebanon, pemerintah setempat mencatat lima kematian dan 547 kasus baru dilaporkan oleh otoritas kesehatan setempat, sementara korban meninggal mencapai 246 jiwa.

Sejauh ini, 24.857 orang dinyatakan positif COVID-19 di negara tersebut, dengan 8.765 pasien dinyatakan sembuh.

Pandemik COVID-19 telah merenggut lebih dari 925.000 nyawa di 188 negara sejak kemunculannya di Wuhan, China pada bulan Desember 2019.

Amerika Serikat (AS), India, Brasil, dan Rusia saat ini menduduki peringkat teratas sebagai negara terparah yang terkena dampaknya.

Universitas Johns Hopkins di AS menghimpun data lebih dari 29,13 juta kasus COVID-19 telah dilaporkan di seluruh dunia, dengan kasus pasien yang pulih melebihi 19,67 juta.

Laporan: Raihanatul Radhwa

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here