
Peneliti China prediksi risiko glaukoma dengan Artificial Intelligence

Ilustrasi. Glaukoma adalah kondisi mata di mana saraf optik yang menghubungkan mata ke otak mengalami kerusakan. (Tobias Dahlberg from Pixabay)
Ilustrasi. Pada dokter menyarakan tes mata dilakukan secara rutin setidaknya setiap dua tahun. (David Travis on Unsplash)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Kementerian teliti fukoidan kandungan alga untuk tingkatkan imun
Indonesia
•
03 Oct 2021

Penelitian: Minum kopi pahit atau manis mungkin kurangi risiko kematian
Indonesia
•
31 May 2022

Tim ilmuwan China luncurkan LLM multimoda pertama di dunia di bidang ilmu geografi
Indonesia
•
21 Sep 2024

Detektor neutrino berbentuk bola transparan terbesar di dunia mulai diisi air ultramurni
Indonesia
•
23 Dec 2024


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
