
China akan percepat pembangunan sistem perhitungan emisi karbon

Foto dari udara yang diabadikan pada 25 Agustus 2022 ini menunjukkan pemandangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) apung Maowei di atas permukaan air di Kota Gucheng, yang terletak di wilayah Yingshang, Provinsi Anhui, China timur. (Xinhua/Huang Bohan)
Sistem perhitungan emisi karbon terpadu dan terstandardisasi akan memfokuskan perhitungan pada sektor, perusahaan, dan produk utama, sementara Kementerian Ekologi dan Lingkungan beserta departemen-departemen terkait juga akan merumuskan daftar gas-gas rumah kaca.
Beijing, China (Xinhua) – Kementerian Ekologi dan Lingkungan China pada Kamis (27/10) mengatakan akan mempercepat pembangunan sistem perhitungan emisi karbon di tingkat nasional yang dibuat secara terpadu dan terstandardisasi untuk menghitung emisi karbon.Dengan memfokuskan perhitungan pada sektor, perusahaan, dan produk utama, kementerian tersebut beserta departemen-departemen terkait juga akan merumuskan daftar gas-gas rumah kaca, tutur Li Gao, pejabat di kementerian itu, dalam sebuah konferensi pers.Li mengatakan di tengah pergeseran hijau China, pasar perdagangan karbon nasional, yang dibuka pada Juli tahun lalu, telah dioperasikan secara tertib, dengan struktur dan aturan berhasil dibentuk serta ekspektasi dapat terpenuhi.Hingga 21 Oktober, total volume transaksi pasar tersebut mencapai 8,58 miliar yuan, kata pejabat itu.Pihak kementerian akan meningkatkan manajemen kualitas data, memperkuat fungsi pasar, serta mengoptimalkan mekanisme pengurangan emisi bersertifikat di negara tersebut untuk membantu pasar berkembang pesat, imbuh Li.China mengumumkan akan berupaya mencapai puncak emisi karbon dioksida pada 2030 dan mencapai netralitas karbon pada 2060.Netralitas karbon China
Tanggal 22 September lalu menandai dua tahun tekad China untuk mencapai puncak emisi karbon pada 2030 dan mewujudkan netralitas karbon pada 2060. Upaya ini telah menunjukkan awal yang bagus, ujar Liu Dechun, seorang pejabat di Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China, dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu.China meluncurkan pasar karbon nasional pada Juli 2021, dan mencatatkan turnover kumulatif sebesar 195 juta ton kuota emisi karbon senilai hampir 8,6 miliar yuan per 14 September.Kemajuan rendah karbon yang signifikan juga terlihat di berbagai sektor seperti sektor konstruksi dan transportasi. China telah menyelesaikan pembangunan lebih dari 2 miliar meter persegi bangunan hijau di kawasan perkotaan per 2021 serta menjadi yang terdepan di dunia dalam hal output dan penjualan kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) selama tujuh tahun berturut-turut.Negara tersebut meningkatkan konsumsi batu bara yang bersih dan efisien serta mencatatkan angka tertinggi di dunia dalam hal kapasitas terpasang sumber energi terbarukan yakni sebesar 1,1 miliar kilowatt, kata Liu.Konsumsi energi per unit Produk Domestik Bruto (PDB) juga terus menurun, sedangkan rasio cakupan hutan terus meningkat untuk menyerap lebih banyak emisi karbon.China berupaya mempromosikan mekanisme yang adil dan saling menguntungkan untuk tata kelola iklim global serta mendukung upaya rendah karbon di negara-negara berkembang, ungkap Liu.*1 yuan = 2.159 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Perkembangan pesat AI di China dorong penerapannya yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari
Indonesia
•
28 Oct 2024

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Tingkat kelangsungan hidup pengidap kanker di China meningkat di tengah kesenjangan perawatan regional
Indonesia
•
21 Nov 2024

China mulai bangun basis nasional untuk teliti dan uji turbin angin lepas pantai
Indonesia
•
06 Dec 2023


Berita Terbaru

Feature – Dari tangan manusia ke robot AI, begini masa depan pertanian kapas di Uighur Xinjiang
Indonesia
•
23 Jul 2026

Peneliti temukan sinyal awal demensia yang sering diabaikan banyak orang
Indonesia
•
22 Jul 2026

Teknologi AusAlert kirim peringatan darurat bencana langsung ke ponsel
Indonesia
•
22 Jul 2026

Singapura luncurkan pedoman transparansi chatbot AI, wajib sajikan informasi dengan bahasa sederhana
Indonesia
•
20 Jul 2026
